Dengan dibantu oleh 3 pekerja bangunan yang sedang bekerja
membangun rumah mungilku, akhirnya tenda berukuran cukup besar telah
berdiritegak tepat di samping bedeng tempat para pekerja tidur dan
istirahat.Dengan sisa tabunganku ditambah pinjaman dari kantor, aku
dapat mewujudkan keinginanku untuk memiliki rumah sendiri.Sejak aku
menikahi Karina 6 tahun yang lalu, kami hanya mampu mengontrak rumah
dari tahun ke tahun. Meskipun tanah yang kami beli letaknya agak di
pinggiran kota yaitu di ciputat, namun terasa masih sejuk dan asri.Di
sekeliling tanah kami masih penuh oleh pohon buah2an yang berbagai
macam dan rindang.Meski tanah itu telah di kaveling per petak-
petak ,namun semua sudah ada pemiliknya. Kami rasanya orang pertama
yang mau membangun rumah ditengah kebun buah2an itu. Harapan kami
akan segera diikuti oleh mereka yang punya tanah di sekitar kami untuk
membangun rumah diatas tanah mereka. Aku sengaja minta cuti untuk
dapat mengawasi dan mengikuti perkembangan pembangunannya. Karina
dan kedua putra kami yang masih kecil2 tetap menunggui kontrakan
kami. Apalagi si bungsu baru berusia 2 bulan. Kulihat para pekerja sudah
memulai kegiatan menurut tugas masing2. Ada yang mengaduk semen
dan pasir, ada yang memasang bata dll. Umumnya mereka masih muda2
dan ada beberapa yang masih belasan tahun. Fondasi telah dikerjakan
sejak seminggu yang lalu.Jadi untuk beberapa minggu kedepan tenda itu
akan menjadi tempat tinggalku. Karina telah menyiapkan beberpa potong
pakaiandan keperluan masak-memasak. Siang harinya, setelah lelah
mundar mandir mengawasi mereka bekerja,aku ingin tidur2an
sejenak.Seperti biasa, akulepas pakaianku hingga hanya mengenakan
celana dalam, kurebahkan tubuhku diatas kasur lipat. Angin sepoi2 dari
luar tenda membuatku ketiduran. Entah berapa lama aku tertidur sampai
terbangun mendengar suara hiruk pikuk di luar tenda. Kuintip dari jendela
kecil di bagian samping tenda untuk melihat asal suara gaduh. Yang kulihat
membuat darahku berdesir.Ternyata ada pompa air tepat diantara
bedeng dan tenda. Tampak belasan pekerja yang umumnya anak2 muda
sedang mandi bersama.Tentu saja semuanya telanjang bulat.Ada yang
memompa air untuk temannya, ada yang sedang menyabuni badannya,
bershampo dan semua kegiatan mandi.Kuperhatikan beberapa
diantaranya berbadan bagus dan gempal. Kontol2 mereka bergoyang
bergelantungan meski tidak ada yang ngaceng.Bahkan nyaris berukuran
kecil karena mengkerut kedinginan.Tapi ada juga yang berukuran besar
meski sedang tidak ngaceng. Beberapa ada yang berjembut tebal tapi
ada juga yang nyaris belum berjenbut karena usia nya yang masih muda.
Mungkin mereka telah terbiasa mandi bareng hingga tidak tampak malu
atau risih. Malahan ada beberapa yang saling bergurau menarik2 kontol
temannya bahkan ada yeang menempelkan kontolnya ke pantat
temannya. Tapi aku tahu mereka hanya bergurau. Sungguh pemandangan
yang membuat birahi kehomoanku yang telah 6 tahun terkubur
mendadak mencuat deras ke otakku, Bayangakan bagaimana rasanya
melihat belasan laki2 telanjang bulat didepan aku yang sudah 6 tahun
puasa total melakukan sex sejenis. Sejak aku menikahi Karina, aku
menjauh dari kehidupan gay. Padahal sejak usia 11 tahun aku telah
mengenal dan menikmati kehidupan gay yang teramat nikmat. Itu
sebabnya aku menikahi Karine pada usia 17 tahun yang saat itu kami baru
duduk di SMU kelas dua. Bukannya karena Karina telah hamil, tapi karena
kami saling mencintai dan untukku pribadi aku ingin membuktikan bahwa
aku masih laki-laki sejati. Peerlah tapi pasti,batang kontolku semakin
panjang dan mengea. kurogoh celana dalamku dan kumainkan kontolku an
mengusap-usap ke[ala kontolku sampai mengeluarkan lendir precum.
Mataku tak lepas dari tubuh2 telanjang itu.Gejolak birahiku semakin
memuncak.Kubuka celana dalamku, dan mulai mengocok kepala kontolku
dengan ritme yang tertur dan lembut. Kini konsentrasku beralih kerasa
nikmat di kontolku. Kubaringkan tubuhku terlentang sambil mataku
terpejam kenikmatan. Tak tahan merasakan kenikmatan itu hingga
akhirnya semburan sperma hangat memuncrat dari lubang kencingku.
Sejenak kurasakan kenikmatan yang luar biasa.Aku tak perlu kuatir ada
yang melihat karena aku hanya seorang diri di dalam tenda.beberapa
menit aku biarkan spermaku menjadi agak mencair di atas dada dan
perutku sambil tetap memejamkan mata. Mendadak aku terkejut
mendengar suara gesekan tangan yang sedang mengocok kontolnya di
dekatku. Kubuka mataku, dan kulihat sesosok tubuh yang berbaring di
dekatku sedang mengocok kontolnya. Matanya terpejam. Tanpa
mengenakan baju dengan celana pendek yang telah diturunkan hingga
mata kakinya. Tamapaknya dia sedang sangat menikmati gerakan
tangannya sehingga tidak menyadari kalau tanganku mulai menggerayangi
kedua biji yang menggantung di pangkal batang kontolnya. Kekagetanku
sirna karena dahulu hal ini biasa terjadi padaku. Jadi bukan hal baru lagi
bagiku.Puasaku selama 6 tahun telah berakhir sudah. Perlahan kulepas
tangannya dari batang kontolnya dan kugantikan dengan hangatnya
mulutku. Karena kulihat wajah dan penampilsn serta bentuk tubuh yang
lumayan, maka dengan penuh napsu kukulum kontolnya yang lumayan
besar. Mendadak ia membuka matanya terkejut.Berusaha menarik
kontolnya dari mulutku. Tapi aku tahan keinginannya dengan memeluk
pantatnya dan makin menekan batang kontolnya semakin masuk ke
dalam mulutku.Sesaat kemudian tubuhnya meregang kaku.diikuti
semburan hangat spermanaya dalam mulutku yang tanpa mau rugi aku
telan langsung .Sesaat berselang… dengan tubuh masih telanjang,pemuda
itu bangun dan berusaha mencium kedua kakiku yang saat itu sedang
berdiri sambil membersihkan sperma yang berlumuran di dada dan
perutku dengan handuk kecil. Kontolku yang masih setengah ngaceng
bergerak kekiri dan ke kanan karena gerakanku membersihkan dada dan
perutku. Pemuda itu yang ternyata bernama Hendi mohon ampun karena
telah lancang masuk ke tendaku tanpa izin karena kebetulan dia
melongok ke dalam tenda dan melihatu sedang mebocok kontolku
sehingga dia tak tahan dan ikut terangsang sampai melakukan hal yang
sama dengan yang kulakukan. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.
Lalu aku pura2 menghukumnya dengan mengharuskan dia tidur malam ini
di tendaku dan harus telanjang bulat. Dia mengusap air matanya dan
menyanggupi menjalankan “hukuman” ku.Tentu saja aku tertawa dalam
hati. Kutaksir usia Hendi baru 17 tahun.masih fresh dan
lugu.Akhirnya ,malam itu kulampiaskan hasrat sex gayku kepada Hendy.
Tak perlu kuceritakan bagaimana indah dan nikmat yang kualami malam itu
setelah 6 tahun aku berusaha memendam hasrat itu yang justru amat
menyiksaku’ Pukul lima pagi aku sudah terbangun.Kulepas pelukanku dari
tubuh Hendi yang masih lelap. Kami tidur didalam sleeping bag yang
memang dirancang untuk dua orang. Kubiarkan dia tetap tidur. Kupakai
celana pendekku. Tanpa emengenakan baju, aku keluar tenda menuju
bedeng para pekerja di samoing tendaku. Bedeng itu hanya dibangun
sekadarnya. Aku buka pintu bedeng dan mengintip kedalamnya. Kulihat
belasan tubuh bergeletakan didalam bedeng sempit itu. Rata2 mereka
hanya bercelana pendek atau celana dalam saja karena hawa didalam
bedeng panas dan sumpek karena terlalu banyak orang didalamnya.
Otomatis pikiran liar u mendapat ide. Akan kuminta sebagian dari mereka
(Yang masih muda dan sesuai dgn selersku, tentunya) untuk tidur di
tendaku yang kebetulan cukup luas untuk menampung 10 orang. Terima
kasih untuk Kurnia yang telah meminjamkan tenda ini. Tentu saja awalnya
aku tidak pernah merencanakan semua ini. Sang mandor juga masih
nyenyak. Kuincar ada delapan orang yang akan kuajak tidur di tendaku.
Salah satunya adalah pemuda yang siang tadi kulihat amat tampan untuk
ukuran kuli bangunan. dia tidur dipojok hanya menggunakan sarung.
Pahanya amat besar dengan bulu2 yang lebat tumbuh di kakinya. Tak
kubayangkan seberapa lebat bulu jembutnya.Aku tahu namanya Asep.Dia
sudah kuincar sejak pertama kulihat dia.Lada Kang Wawan, yang diusianya
yangsudah diatas 30 an tapi masih tampak gagah dan seksi.Tipe laki2
sejati idamanku. Siang itu aku gelisah menunggu datangnya malam. Aku
sudah bicara dengan mandor untuk mengizinkan anak buahnya sebagian
tidur di tendaku dengan alasan agar mereka dapat istirahat dengan agak
nyaman setelah lelah bekerja.Tentu saja kusebutkan beberapa nama
yang telah kuincar. Sang mandor mengiyakan. Jam lima sore aku telah
siap menunggu di dalam tendaku, melihat keluar melalui jendela kecil di sisi
tendaku. Satu persatu para pekerja berdatangan ke pompa air. melepas
pakaianmerka sampai telanjang bulat.Dalam waktu 15 menit hampir
semua pekerja berada di sekeliling pompa air bertelanjang bulat untuk
mandi. Bahkan kali ini ada beberapa dari mereka mencuci pakaian yang tadi
merekapakai untuk bekerja. Semua sudah tampak biasa telanjang di
depan orang banyak seperti itu.Lagi, ada yang bergurau dengan
membetot kontol kawannya. Yang dibetot membalas ke temannya
yang ada didekatnya.Sungguh riang suasananya. mereka bergurau
berkejar2an .Ada yang memeluk tubuh telanjang temannya saat kakinya
tergelincir hingga hampir terjatuh. Sang teman berusaha menolong tapi
malah keduanya terjatuh sehingga tubuh telanjang mereka saling
tindih.Tidak ada rasa napsu birahi karena kontol mereka tidak ngaceng.
Yang lain malah mentertawai yang terjatuh.kontol mereka sampai
terguncang kekiri dan kekanan karena sipemilik kontol tertawa sambil
berjingkrakkan. Tadi pagi saat mereka mandi tidak ada canda ria,maklum
mereka semua baru bangun tidur.Ingin rasanya aku bergabung dengan
mereka.tapi kutahan keinginanku. Mungkin besok atau kusa aku akan mulai
bergabung.Aku khawatir kontolku tak akan tahan bila berada diantara
lelaki2 bertelanajang bulat itu.Saat ini yang kunantikan adalah saat tidur
malam. Telah kususun kasur sedemikian rupa sehingga nanti kami akan
tidur sejajar dan saling berhimpitan.Belum adanya aliran listrik sangat
menguntungkan bagiku. Lampu minyak harus ditaruh diluar tenda untuk
menghindari kebakaran.Jadi aku masih dapat melihat keindahan tubuh
mereka. Jam 7 malam satu persatu mulai bardatangan ke tendaku.Asep
dan kang Wawan juga sudh datang. Tentu saja Hendi juga ada.
Tampaknya Hendi menikmati alam pertama keperawanannya semalam.
Terbukti dia minta agar dia dibolehkan tidur denganku lagi.Akhirnya lengkap
delapan orang yang kupilih untuk tidur di tendaku. Belum termasuk Handi
dan aku. Berarti ada 10 orang dalam tendaku. Kami mengobrol saling
bercerita. DEngan alasan udara agak panas, aku membuka baju dan
celanaku hingga tinggal celana dalam saja. Apalagi kita semua laki-laki, jadi
tak ada salahnya hanya bercelana dalam, kataku. Kalau ada yang mau
telanjang juga boleh, kataku lagi coba bergurau. mereka tertawa-tawa
mendengar gurauanku. Kulihat Hendi hanya tersipu. Rupanya pancinganku
berhasil . Satu persatu mulai membuka bajunya, bahkan celananya. Jadi
sekarang mereka hanya bercelana dalam atau celana pendek. Kang
wawan hanya bersarung. Dia biasa tidak pakai celana dalam kalau tidur,
katanya.Satu persatu mulai terserang kantuk,dan mulai tertidur. Kini
tiggal aku, Hendi,Asep, Dadang, dan tata yang masih terjaga.
Kuperhatikan tubuh Asep yang telanjang dada. Bulu2 halus tubuh disana
semakin menipis ke arah perutnya.Sungguh sempurna penampilannya.
Kulitnya agak kecoklatan tapi justru mengesankan kejantanannya. Tiba-
tiba Tata punya ide konyol. Dia memang suka ngebanyol.Dihampirinya
Kang Wawan yang sudah tidur. Disingkapkann kain sarungnya. Tata bilang
Kontol kang Wawan paling besar.Begitu kain sarung tersingkap tampak
kontol kang wawan yang sedang ngaceng memang besar
sekali.Kenakalan Tata menguntungkanku. Tangan Tata mulai mengocok
kontol kang Wawan. Kurasa kang Wawan belum tidur dan membiarkan
Tata melakukannya.Kulihat Hendi sudah telanjang di belakangku.Dadang
juga ikut memelorotkan celana dalamnya.kontolnya juga sudah
ngaceng.Hendi segera melahap kontol Dadang kedalam mulutnya. Aku agak
terkejutjuga melihatnya. Maka kuberanikan diri menghampiri Asep dan
memeluk tubuhnya. Ternyata pelukanku disambut dengan hangat. Aku
semakin liar.Kuserang mulutnya dengan ciuman yang juga mendapat
sambutan hangat.Entah setan apa yang merasuki kami semua sehingga
akhirnya kami bersepuluh sudah telanjang bulat semua dengan mendapat
pasangan masing2. kadang -kadang kami bertukar pasangan dan kadang2
kami saling isap megisap kontol atau saling sodom menyodomi. Mungkin
Setan gay yang telah lama kusembunyikan dalam tubuhku kini muncul
membalas dendam dan merasuki semua orang yang ada di dalam tendaku.
Nyatanya kami semua merasakan kenikmatan yang tiada
taranya,berulang-ulang masing2 saling menyemburkan ssperma
hangatnya. Aku rasa akulah yang paling banyak menelan sperma.Sembilan
kontol sudah kulahap semua dengan penuh napsu. Akhirnya kami semua
merasa puas dan lelah. Dengan tubuh masih telanjang bulat, kami semua
tertidur. Sudah terbayang hari2 berikut akan terus dilalui dengan pesta
sex seperti ini akan terus berlanjut sampai rumahku selesai.Sebelum
terlelap tidur,kuciumi sembilan kontol bergantian,seakan sangat sayang
untuk melewatkan malam ini.Ktutupi kesembilan tubuh telanjang itu
denga selimut, sebelum akhirnya aku tertidur dalam pelukan dan
kehangatan tubuh Asep dan kang Wawan.