Kebiasaan gwe sebulan sekali adalah pergi
nginep menyendiri disalah satu hotel yang ada
di ibukota ini. Dan weekend bulan ini gwe
memilih salah satu hotel di bilangan selatan
Jakarta.
Gwe tiba di hotel itu dan saat ingin check in di
receptionist gwe melihat seorang yang familiar
sedang duduk di lobby hotel seorang diri.
Ternyata orang itu adalah Firman, mantan
suami temen lama gwe yang sekarang pindah ke
Canada.
Gwe lalu menghampiri Firman. Terus terang,
gwe rada rada naksir dengan lelaki berusia
sekitar 40an ini, sepuluh taun lebih tua dari
gwe. Wajahnya terkesan serius namun tampan.Bodynya juga proporsional, hanya saja
perutnya agak membuncit sedikit. Tapi masih
tetap terlihat gagah.
“Kang Firman?” panggil gwe.
“eh, loe Gan! Ngapain disini?” tanya Firman.
“biasa kang, check in. bosen dirumah terus
negh,” jawab gwe.
“sendiri ajah?” tanyanya lagi.
“iyalah! Enakan sendiri. Kang Firman sendiri
ngapain disini?” kata gwe balik bertanya.
“tadi abis ketemu client. Mau pulang kok males
ya,” jawabnya.
“ya udah. Nyantai dulu ajah ama saya,” kata
gwe yang berusaha menutupi nada ajakan
disuara gwe. Sapa tau suksesnya gwe ngajak si
duda keren ini ke kamar bisa berujung
kenikmatan.
“boleh juga deh,” kata Firman menerima usul
gwe.
“Bentar ya! Aku check in dulu,” kata gwe.
Proses check in beres dan kita menuju lantai
10 ke kamar yang diberikan.
Begitu masuk kamar, Firman langsung
berbaring di ranjang sambil ngulet.
“udah lama juga gwe nggak nginep di hotel
semenjak cerai,” katanya dan mungkin tanpa
dia sadari, tangan kananya mulai mengelus
selangkangannya tepat di atas kontolnya.
Gwe meletakan tas gwe di dalam lemari lalu
duduk di ranjang yang satunya lagi.
“kenapa dielus-elus kang?” tanya gwe
memancing percakapan yang menjurus ke
urusan esek esek.
“loe nggak tau semenjak cerai gwe udah nggak
pernah ngentot lagi,” katanya sementara
tangan kananya tetap meremas remas
kontolnya.
“masa segh kang?” kata gwe tak percaya.
“iyalah! Cewek yang gwe pacarin dulu sekarang
malah ninggalin gwe pas cerai,” kata Firman
lagi.
“sekarang lagi pengen negh kang?” tanya gwe
lalu pindah duduk disebelahnya.
“Lu mau ngapain?” tanya Firman
“kalo lagi pengen daripada swalayan, sini saya
bantuin kang,” kata gwe.
Dengan perlahan gwe mulai meremas
selangkangan Firman yang masih bercelana
lengkap. Firman tak menggubris tangan gwe,
dia malah mendesah nikmat. Dengan cekatan,
gwe langsung membuka ikat pinggang dan
menurunkan celana jeans Firman. Dan gwe
melihat kontolnya yang udah nganceng
menyembul dari celana dalamnya.
Gwe menurunkan celana dalam itu dan
mencuatlah kontol sepanjang 15cm itu. nafas
Firman memburu dan desahan nikmat keluar
dari mulutnya saat gwe mulai mengisap kontol
itu. gwe jilat kepala kontolnya dan bijinya gwe
kulum bergantian. Seperti rata rata lelaki yang
jarang ngentot, baru sekitar lima menit gwe
isep, kontol itu udah memuntahkan lahar putih
yang sangat banyak ke dalam mulut gwe yang
membuat gwe cukup kewalahan untuk menelan
semuanya. Gwe terus menjilat dan mengisap
sampai peju itu keluar semua dan kontol
Firman kembali lemas.
“gimana kang? Enak?” tanya gwe
“emang isepan cowok homo itu enak sekali,”
kata Firman. “tapi gwe belom puas kalo belom
ngentot.”
“gwe segh mau ajah dientot kang,” kata gwe
“gwe yakin loe pasti mau,” kata Firman. “yuk
mandi dulu.”
Selesai mandi, kita kembali lagi main.
Sebelumnya gwe kenyot lagi kontol Firman
untuk mengancengkan lagi kontolnya. Setelah
itu, gwe mengoleskan baby oil yang selalu gwe
bawa keseluruh kontol Firman.
Gwe lalu terlungkup diranjang dan Firman
menindih gwe dan mulai memasukan kontolnya
ke lobang pantat gwe. Firman bener bener
bernafsu! Begitu masuk, dia mulai mengentot
gwe dengan penuh gairah! Kontolnya mondar
mandir keluar masuk lobang pantat gwe. Kita
gonta ganti posisi. Sampai akhirnya gwe naik
turun menduduki kontol Firman sampai dia
keluar lagi.
Dan akhirnya malam itu, Firman nginep di hotel
bareng gwe dan semalaman suntuk kita ngentot
sampe rasanya lobang pantat gwe robek
dibuatnya. Acara ngentot kita terus berlanjut
setiap saat gwe check in di hotel