sejak pukul 9 malam hingga setengah 11 malam
diriku belum dapat memejamkan mata barang
sedetik pun,suhu kali ini benar benar
meningkat,dan sungguh menimbulkan kegerahan
yangsuper duper ekstrem,memang akhir akhir
ini di kotaku mengalami cuaca yang tak
menentu kadang hujan ,kadang tidak,imbasnya
ketika akan hujan selalu diselingi mendung
yang membuatku muak karena efek gerah yang
timbul,akibat dari semua ini siapapun ingin
sekali melepas bajunya dan cuma mengenakan
kaos dalam saja lalu berbaring di lantai
melepas malam malam yang pekat ini,sialnya
lagi di rumahku terjadi pemadaman bergilir
(mati lampu) sehingga aku tak bisa menyalakan
AC yang mampu mebuatku lebih dingin
sedikit ,bahkan di kamarku cuma ada
penerangan berupa sebuah lilin yang aku
letakkan di meja sebelah kiri kasurku.
“aku benar benar gak kuat nih,anjing ,panas
banget udara kali ini!”
aku segera bangun dari kasurku mengambil lilin
di sebelahku pelan lalu keluar kamar,berusaha
mencari udara segar di luar yang mungkin bisa
membuatku lebih nyaman ,apalagi
tenggorokanku sudah haus banget ingin minum.
aku berjalan pelan menembus kegelapan
rumahku dengan bersenjata sebuah lilin yang
aku pegang erat di tangan kiriku,itu pun
sinarnya begitu buruk,terombang ambing
karena sedikit tertiup tiup oleh angin,suasana
terlihat begitu sepi sekali,hanya sesekali
terdengar hembusan angin di luar rumah yang
menggerakkan ranting pohon sehhingga
menimbulkan bunyi “krek….”,aku terus berjalan
menuju dapur untuk mengambil air
minum ,perlahan ku turuni tangga
pelan…….perlahan masih terlihat
sepi…………,kutengok kanan kiriku berharap
tidak ada suatu penampakan atau apa,sebab
seluruh ruangan begitu gelap sekali,jantungku
pun mulai berdegup kencang saat menuruni
tangga.
sesuatu terlihat ganjil disini,di kamar ayahku
yang berada di lantai 1 pintunya sedikit
terbuka dan disana ada cahaya lilin bergerak
gerak nampak seperti ketiup angin ,dan ada
sebuah bayangan bergerak gerak……..bayangan
itu terlihat aneh ,nampak seperti 2 bayangan
dan aku mendengar disana 2 orang sedang
bercakap cakap,karena penasaran ,perlahan
aku melangkahkan kakiku mendekat pintu
kamar pak Dian ,ingin tahu siapa di kamar pak
Dian ,martinuskah?
aku maju perlahan…….perlahan dan semakin
dekat ,jantungku mulai agak berdegup kencang
hingga aku pun kaget bukan kepalang tatkala
aku merasakan ada seseorang
menarikku ,karena kaget aku pun terdiam
seribu bahasa.. lalu orang yang menarikku tadi
segera mengambil lilinku dan langsung
meniupnya,maka dengan seketika suasana lebih
mencekam lagi,gelap gulita hanya di kamar pak
Dian yang dikelilingi cahaya,aku mencoba untuk
berontak dan kabur,namun lelaki itu malah
memelukku dengan kedua tanganya berusaha
mencegahku dan menenanganku,aku semakin
gerah dan mencoba teriak,namun dengan cepat
lelaki itu menggerakkan tangan kananya
menutup mulutku dengan tanganya
“goblok,begok,tolol,ini aku martinus,tenang
jangan berisik,atau ku buat pingsan
kau?,tenang kataku dan aku akan melepaskan
pelukanku ngerti?”katanya pelan dan terus
memelukku,suasana pun semakin panas
keringat martinus pun dengan cepat menetes
di tubuhku ,terasa begitu dingin,yang pada
akhirnya martinus melepaskan pelukanya,lalu
berjalan lebih mendekati pintu kamar
ayahku,aku pun mengikutinya tanpa berisik.
nampak dengan jelas pak dian dengan
selingkuhanya yang telah membuat ibuku
meninggal sedang berbincang bincang,anehnya
pak Dian maupun wanita jalang itu sama sama
bugil tak mengenakan sehelai kain pun,kontol
pak dian pun terlihat ngaceng sekali,sementara
wanita itu sesekali memegangi dan meraba
kontol pak dian,dan mengoles oles mesra puting
pakDian,pak dian pun nampak sesekali
merempon atau meremas remas pelan payudara
wanita itu ,dan menciumnya sesekali,wanita itu
bernafsu sekali,perlahan kulihat mereka
berpelukan,kontol pak dian benar benar besar
dan panjang dikelilingi jembut yang cukup
banyak,aku benar benar baru kali ini melihat
kontol sebesar itu ,dan aku pun membayangkan
jika kontol pak dian kemarin menembus anusku
pasti sakit sekali,martinus yang ada di
sebelahku aku lirik walau gelap samar samar
terlihat martinus tak berkedip sedetik
pun,bahkan terdengar ia sampai menelan air
ludahnya sendiri,tak pelak diriku ,aku juga
kaget melihat 2 orang lakilaki perempuan
bersama dan bughil bersama di
depanku,perlahan kulihat kontol pak dian di
kocok kocok oleh wanita jalang itu
Pak dian terasa kenikmatan,dikocoknya kontol
itu pelan,owhhhhhhh aku dan martinus pun yang
menyaksikkanya perlahan ngaceng ,,apalagi
tatkala wanita itu menghisap kontol pak dian
dengan menggunakan bibirnya yang sexy dan
merona itu,shuuut cluppppppppp sruppppp
mmmohhhhhsruttttttttttttttttt astaga aku
tak bergidik kontollku semakin mengeras
owh ,dan aku pun perlahan tanpa ragu membelai
kontolku yang menegang itu ,aku usap usap dan
mataku aku pejamkan ,membayangkan itu
diriku,owhhhhhhhhhhhhh pikirku
nikmat,sementara itu martinus tak menatapku
yang di tatap tetap ayahnya ,ayahnya terasa
nikmat sekali menerima hisapan wanita itu
dan ayahpun menarik wanita itu agar tidak
menghisap lagi dan duduk di sebelahnya,pak
dian pun memulai pembicaraan
“sayang aku benar benar ingin mengawin dan
mengentot kamu dan menyodok vagina kamu
dengan kontolku sayang,kamu gak kepingin
ya?”
“saya kepingin dan saya siap saang,kontol kamu
benar benar besar dan hot banget,benar benar
membuatku ketagihan,tapi bagaimana dengan
martinus putramu,apakah dia bisa
menerimaku?”
deg,martinus kaget tatkala namanya di sebut
“jangan khawatir sayang,dia tak akan berani
macam macam walau dia itu sebenarnya
pemberani,tahu kagak toh sebenarnya dia juga
bukan putra kandungku”
sontak disebalhku terlihat sekali martinus
emosi sampai sampai menggenggamkan
tanganya
“ia bukan putra kandungku,aku
mandul,akubersama istri pertamaku pun
mengadopsi martinus dari panti asuhan sejak ia
umur1 bulan,kamu tahu untuk apa,agar aku
diberi jatah oleh istriku ,wkekekeke”kata pak
dian dilanjutkan tertawa terbahak bahak di
ikuti oleh wanita jalang itu
martinus semakin panas dan semakin
emosi,nampak jelas sekali,walau gelap,perlahan
ia mengerutkan keningnya ,menggenggamkan
tanganya,terlihat ia terisak isak,walau tak
begitu jelas,bahkan nafasnya berhembus tak
aturan,aku pun yakin ia menangis,dan sungguh
ia pasti sangat terpukul mendengar semua yang
telah terjadi barusan, aku pun mengelus elus
dan mengusap usap bahu martinus
tanpa bersuara ia berdiri,dan dengan pelan ia
berlari ke kamrnya,sambil sesekali,ia mengusap
air matanya yang menetes di pipinya,aku pun
merasa sangat sedih dan terpukur juga
mendengar semua itu,ia menangis sejadi
jadinya,sayang aku tak bisa melakukan apa pun
mendengat statement dari pak dian yang
menegaskan martinus bukan putra
kandungnya,akupun kemudian berdiri pula dan
berjalan perlahan menuju lantai 2 menju kamar
martinus,dan ketika aku tepat berdiri di depan
pintu kaamarnya ,lampu yang tadinya padam
tiba tiba menyala,dan kulihat pemandangan
yang tak mengenakkan
kusaksikan martinus duduk dilantai di depan
kasurnya,menangis sejadi jadinya dan sesekali
memukulkan tanganya ke lantai,walau ia tak
bersuara,ia terlihat begitu sedih sekali bahkan
aku pun perlahan meneteskan air mataku jua
tanda simpati ,baru kali ini muka martinus yang
ganteng itu rusak oleh tangisanya,dan baru kali
ini pula ku lihat martinus menangis,sungguh
menyayat hatiku,andai aku bisa membantu,air
matanya membasahi pipinya yang mulus dan
putih itu,tanganya pun hingga berdarah
memukul kasur dan lantainya tapi ia benar
benar tak pedulu,mungkin baginya ia sekarang
telah hancur berkeping keping,
perlahan aku mendekat pelan,berjalan menuju
ke arahnya,ia sama sekali tak merespon,sampai
akhirnya aku pun duduk di lantai
menemaninya ,dan inilah yang mungkin aku bisa
lakukan,dengan berani aku memegang bahunya
sekali lagi,dengan cepat ia ia menggerakkan
pundaknya pertanda ia tak suka aku
pegang,dan ia menatap ku,sangat tajam sekali
ia memandangku dengan ekspresi emosi serta
marah ,dan aku tahu itu,dan dengan terisak ia
malah memaki ku,
“anjing tai babi ,loe gak usah perhatian ma
gue ,gue gak butuh loe,semenjak loe ada disini
semua berubah,hanya kesedihan yang aku
dapat,anjing”
“maksudnya apa kak aku ndak paham”
martinus tiba tiba mendekatiku dan
memegangku “dasar kontol,loe gak tahu apa
pura pura begok semenjak ayahku menikah
dengan ibumu itu tak ada kebahagiaan lagi
disini ngerti”
aku terdiam sangat,mataku tak
berkedip ,mulutku tak percaya dengan apa
yang telah ia katakan,rasanya bagai
mimpi,bernafaspun sepertinya aku sulit
sekali,aku hancur,ternyata martinus selama ini
sangat membenciku
“kak itu semua bukan salah…”
“anjing loe gak usah munafik deh,loe ma orang
tua loe yang miskin itu pasti cuma mau morotin
harta bokap gue yang anjing tuh juga
kan?,ngaku aja loe tai babi,semuanya tuh sama
saja?”teriaknya
kali ini ia semakin marah,dan emosi,matanya
sungguh ber api api melihat diriku,dan ia ingin
sekali memukulku ,tanpa mpikir panjang ia
berdiri ,memegang tubuhku dan melayangkan
tinjunya kepadaku hingga aku jatuh tersungkur
martinus dengan garang duduk menaiki
tubuhku,memegang kaosku merematnya dan
mengangkat tubuhku lalu ia mengeluarkan
seluruh tinjuanya di mukaku,di tinjunya
mukaku dengan tangan kiri dan kananya
berulang ulang dan bergantian,tanpa henti,aku
mencoba melawan,namun aku sudah kalah
telak,aku hanya bisa pasrah menahan rasa
sakit yang aku derita,tubuhku lemas dan darah
segar pun mulai menetes dan mengucur deras
dari hidung dan mulutku,mukaku sedikit
membiaru sampai akhirnya aku tak kuat dan
tak sadarkan diri.
martinus langsung menghentikan pukulanya
yang sadis itu,dan bangun dari menduduki
tubuhku dan perlahan ia duduk di sebelahku,ia
nampak ketakutan sekali ,ia menggerakkan
tubuhku tiba tiba
“dik…,bangun ,dik…”kata martinus,bahkan
bibirnya terlihat pucat sangat ia kembali
menggerak gerakkan tubuhku yang hampir mati
olehnya itu
“dik bangun,maafkan aku,aku benar benar tak
sengaja,aku terlalu emosi,dik jangan tinggalin
aku dik,bangun dik.?”
terlihat martinus begitu gugup sambil
menggerak gerakkan tubuhku berulang ulang,ia
segera merobek pakaianku,dan membersihkan
darah di hidung dan mulutku,yang sudah dari
tadi mengucur deras,ia dengan pelan membasuh
darahku,lembutdan dengan penuh perhatian
walau tanganya bergetar hebat karena merasa
takut dan mungkin bersalah.
setelah darahku bersih ia mengangkat tubuhku
di kasurnya,dan aku benar benar tak berdaya
lagi olehnya ,ia dengan lembut dan perlahan
memberikan pelayananya yang terbaik buatku
karena ia ingin menunjukan rasa bersalahnya
padaku.
dengan teliti dan perhatian takut aku
kesakitan,ia menyobek lagi kaosku hingga aku
telanjang dada,martinus begitu aneh menatap
tubuhku,terlihat dan nampak ada sesuatu yang
ia sembunyikan dariku
kemudian ia memelorotkan celanaku,aku yang
melemas dan tak sadarkan diri benar benar
tak mampu mersakan kenikmatan
ini,sial!,setelah semuanya terlepas martinus
melihatku lebih dalam lagi dan sungguh tak
biasa,akhirnya aku tak tahu apa yang
dipikirkanya ia melepas pula celana dalamku
yang berwarna silver sehingga kini ia dengan
jelas memandangku full body beserta kontol
kontolku juga,
sekarang aku telah telanjang bulat tanpa
tertutup sehelai kain pun,martinus yang
melihat kontolku menatapnya tajam,kontolku
yang panjang dengan diameter seddang
terlihat begitu nikmat buat kaum homo
sexs ,owhhhhhh,potongan khitanku dulu juga
terasa indah bahkan kepala kontolku masih
berwarna merah tanda masih perjaka
tangan mertinus tiba tiba memegang dadaku
yang mulus,mengarahkan dan menjalankanya
kepayudaraku dengan puting yang elok bagai
kacang yang berwarna coklat agak kehitaman
sedikit ,martinus mengoles olesnya pelan
dengan tanganya tanganya lalu diturunkan lagi
tepat di pusarku,dan di perutku ,dan turun ke
bawah lagi, tampak jembut atau bulu
kemaluanku yang lumayan banyak,maklum aku
kan jawa asli,asian punya,ia belai mesra owhhhh
yeahhhhhhhh mmmmm ia memelintirnya mesra
sekali
martinus segera mengambil selimutnya dan
menutupkan di tubuhku,diangkatnya tubuhku
dengan tanganya yang kuat walau tubuhku agak
berat ,ia membawaku dengan berselimut kain
menuju kamarku n,lalu dengan santai ia pergi
meninggalkan kamarku.