Pandangan mata kami bertemu di Food Court
pada jam makan siang : Desember 2008 yang
lalu ketika aku sedang makan siang di Food
Court yang lagi ramai pengujung, aku melihat
ada pandangan mata seorang pria muda cukup
ganteng berumur sekitar 23 tahunan yang
sedang makan di meja di dekatku tertuju
padaku. Kusebut pria muda karena umurku jauh
lebih tua dari umurnya itu. Matanya lebar,
hidungnya biasa saja namun proporsional untuk
ukuran wajah asia dan bibirnya tipis sekali.
Warna kulitnya yang berwarna sawo matang
agak cerah tampak menawan hati. Tatapan
matanya sendu penuh arti. Beberapa menit
kemudian, untuk kedua kalinya pandangan
mata kami saling bertatapan lagi, bersamaan
dengan itu, kami saling tukar senyum.
Bertukar id YM dan chat : Selesai makan, kami
kebetulan bertemu lagi di stand Juice untuk
membeli minuman. Kami berkenalan secara
singkat. Karena posisi berdiri dekat, ku
beranikan untuk membisikkan kata2 “Hai
ganteng, aku suka sekali senyummu, apakah
kita bisa tukar id YM”. “Halo….. , ah bisa aja
bapak ini, senyum anda juga…., YM? boleh2……”,
jawabnya cepat dan singat. Ditulisnya id YM
nya pada kertas bon makan dan diberikan
kepadaku. Ku ketahui namanya sebut saja
Hassan. Kemudian, kami janji chat nanti jam
10:00 malam, dan segera kembali ke meja
masing2. Tepat jam 10 malam kami chat.
Selama dua minggu kami berkomunikasi lewat
YM dan sms. Dicelah chat kami, dia katakan,
“Aku cinta Bapak”, yang kujawab, “Aku juga
sayang kamu”. Wow, serasa raga kami bak
terbang melayang bertemu di jagad raya nan
permai. Serasa kami berpacaran walau melalui
dunia maya. Hassan suka yang lebih tua dan
aku sebaliknya. Ia top dan akupun suka hal itu.
Mesra dan panas sekali chat2 kami.
Kelihatannya kami cocok dalam hal2 asmara
dan lain2 hal seperti misalnya meditasi
kesehatan. Klop ibarat botol bertemu tutupnya.
Sampai seringkali kami harus menahan diri dari
desakan birahi karena chat2 mesra dan panas
di depan computer kami masing2. Rasanya kami
ingin segera bermesraan dan bergumul dalam
amukan asmara birahi. Kemudian kami janji
temu di Telaga Biru di daerah pegunungan yang
sejuk sepulang kantor hari Jum’at untuk
melakukan meditasi untuk menenangkan
pikiran dan mencari pencerahan.
Pertemuan Kedua di Telaga Biru di daerah
pegunungan: Karena jalanan macet, kami yang
berangkat terpisah baru sampai di Telaga
tersebut menjelang tengah malam. Kami
bertemu, ia tampak ganteng sekali. Kemudian
melakukan meditasi sekitar 20 menit. Setelah
itu, Hassan menanggalkan pakaiannya dan
hanya memakai celana renang segitiga
berwarna merah marron bermerk Speedo itu
tampak begitu sexy dan macho muncul di
hadapanku. Kontolnya yang lumayan besar
terlihat samar menonjol dalam balutan celana
renang nya yang ketat itu. Bodynya tegap dan
dadanya bidang bagus alami sekali, walau tidak
dibentuk fitness ia tampak macho sekali.
Akupun menanggalkan pakaian dan ganti celana
renang. Sambil merokok mengimbangi cuaca
dingin, kami berbicara hal2 umum. Mesra sekali
tatapan matanya yang tajam, sendu penuh
perasaan, rasanya menusuk hatiku. Senyumnya,
sikap dan tutur kata sangat menarik hatiku.
Tatapan matanya itu penuh arti. Aku suka
sekali dengan tatapan matanya. Ku kagum
dengan bahasa tubuhnya yang maju mundur
seolah ingin lebih mendekat….. seperti ingin
merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Rasanya aku
ingin segera memeluk dan menciumnya, namun
situasi tidak memungkinkan karena ada
beberapa pengunjung lain. Setelah bermeditasi
selama 30 menit, kami mandi untuk melepaskan
penat dan kejenuhan Jakarta di bawah
pancuran yang barasal dari telaga biru itu yang
jernih dan magis itu . Wow dinginnya luar
biasa, namun segar rasanya. Setelah selesai,
kami menuju tempat yang sepi di balik semak
belukar di sekitar telaga. Sinar bulan purnama
yang menerobos cabang dan ranting dan daun
pepohonan, membuat suasana romantis sekali.
Sesampai disitu, kulihat tubuhnya begitu sexy
jantan bak batu pualam diterpa berkas2 sinar
bulan. Setelah terlepas dari pandangan
pengunjung lain, kami berdiri berdekatan ia
menggapai pinggangku dengan mesra memberi
tanda agar aku lebih merapat ke tubuh
hangatnya yang hanya bercelana renang itu .
Kemudian dengan mesra ia mencium pipiku
sambil tangannya memegang dan menarik
mesra pinggangku agar badanku merapat ke
tubuhnya yang indah itu. Ah… romantis sekali
sikapnya. Sesaat kemudian ia berkata dengan
parau, “kalau ingin mencium bibirku,” sambil
mendekatkan wajahnya yang tampak
mempesona di bawah temaram sinar bulan
purnama. Hmmm “Tentu!,” desahku pelan.
Segera, bibir kami bertemu untuk pertama
kali, hangat… dan kami saling melumat bibir
dan berperang lidah dan bertukar ludah.
Ciuman2 dan pelukan2 mesra mengawali
persahabatan kami. Indah luar biasa tak
terlukiskan. Ciumannya lembut, panas, dan
jantan. Bibirnya melumati leherku juga. Bekas
cukuran disekitar mulutnya menggesek
mukaku. Ah… hangat memanas membuat
tubuhku mengelinjang nikmat diciumi bibirnya
yang merah dan tipis itu. Hal itu membuat
jantungku berdenyut sampai menyentuh kelaki-
laki2anku.Nikmat tak terlukiskan. Romantis
sekali suananya di bawah keremangan sinar
rembulan. Kemudian, kami keluar dari semak
itu setelah selesai berpakaian. Dalam bisikan
dan ciuman mesra dibarengi pelukan hangat
seolah tak mau lepas, kami janji temu di hotel
dimana aku menginap, karena ternyata dia
menginap di hotel dekat dengan tempatku
menginap. Kami berjabat tangan mesra, dan dia
kembali ke hotel bersama kedua temannya,
akupun yang sendirian juga menuju ke
penginapanku.
Janji temu di Hotel dimana aku menginap :
Tepat jam satu pagi, terdengar ketukan di
pintu kamarku. Karena memang aku menunggu
dia yang telah menawan hatiku, kubuka pintu
dan tampaklah Hassan yang bersahaja tapi
sexy dan tampan dalam balutan jean fashion
ketat dan jaket hitam tebal masuk ke dalam
kamar berkata degan santun dan mesra dan
lembut. Terlihat kontolnya yang setengah
menegang tercetak pada balutan celana jeans
ketatnya itu. “Selamat Pagi…Pak Ganteng ”,
katanya bergombal agar aku senang. Kusambut
dia, “Pagi juga, mas cogan alias cowo gagah dan
ganteng…..”, dia terseyum mesra dan tampak
tenang dan ramah dan gentle sekali malam itu.
Lagu lama Koes Plus lama berjudul “Why do you
love me….” mengiringi pertemuan itu. “Why do
you love me, So sweet and tenderly, I do
everything, To make you happy”. Serasa aku
menghadapi Arjuna dari dunia pewayangan.
Selanjutnya dalam cerita ini, dia yang ganteng
itu akan kusebut Arjuna. Setelah aku menutup
dan mengkonci pintu, kami duduk di sofa dekat
tempattidur. Kupersilah si ganteng itu minum
teh hangat yang telah kusediakan. Setelah
minum seteguk teh, si Arjuna yang ganteng itu
meraih pinggangku seperti yang ia lakukan tadi
di lokasi pancuran. Aku ditarik merapat ke
tubuhnya, ahh romantis sekali sikap si Arjuna
ganteng itu dan ia mencium pipiku lalu bibirnya
yang tipis itu bergeser ke bibirku yang tidak
setipis bibirnya. Lembut sekali ciuman2nya.
Lidahnya yang hangat dan sensual itu keluar
masuk dalam mulutku. Kami bermesraan dengan
kulum2an mulut. Kutanggalkan jaketnya yang
tebal atas ijinnya. Karena dia hanya memakai
jaket saja, segera terlihatlah dadanya yang
masukulin itu. Hmm tubuhnya indah dan sexy
beraroma jantan tulen. Sedap sekali baunya.
Aroma jantannya berbaur dengan aroma
kelaki2anku segera menimbulkan body
chemistry. Demikian pula aura jantannya dan
laki2ku berbaur menjadi satu menimbulkan
warna indah keemasan dan merah jingga tanda
dua tubuh bertaut jadi satu dalam cinta dan
asmara. Panas membara rasanya, tak
terpadamkan. Jantungku berdebar, kurasakan
juga deguban jantungnya. Matanya yang indah
hitam itu membinar menyala kelap kelip bak
kunang2 di malam hari yang berterberangan di
sawah padi di lereng danau Kintamani di Bali .
Hmmm indah tiada tara dan kami segera
melangkah lebih jauh………. Kami lanjutkan
berciuman dan berkuluman saling bertukar
ludah dan berperang lidah, yang tadi belum
tuntas dilakukan di pemandian. Cukup lama
kami melakukannya………………. Badan kami
bergetar, berpelukan seperti tak mau lepas
lagi……..
Bermesraan !!! : Lidahnya menerobos dan
melakukan gerilya sana sini di dalam mulutku.
Entah berapa lama kami lakukan perang lidah
dan tukar ludah dan kulum bibir, sambil kami
menanggalkan pakaian kami satu persatu.
Hangatnya gesekan2 badan kami yang saling
bertautan membuat suasana semakin panas.
Dengan agak kasar, dia mendorongku ke
tempat tidur dalam posisi tetap berciuman.
Kami dalam posisi tidur berdampingan.
Kemudian ku remas pentil dan dadanya, kujilat
pentilnya yang merah melenting. Tidak berapa
lama, dengan agak kasar tangannya mendorong
kepalaku ke arah kontolnya yang bersunat
ngaceng, dan basah oleh precum. Kemudian
kujilat dan kukulum kontolnya berkepala bak
jamur itu. Lezat sekali rasanya. Sambil ia
meremas rambutku dan menahan kepalaku, ia
menyodokkan seluruh batang kontolnya
kedalam mulutku. Sambil mengentoti mulutku,
dalam lenguhan kejantanannya, tangan yang
kanan memegangi kepalaku dan yang kiri
dijulurkan ke arah celah anusku, dan dia
meremasi pantatku dan ujung jarinya bermain
di sekitar celah anusku Ahh ahhh ssss rintih
dan erangku berkepanjangan sambil
membayangkan entotan rudalnya di anusku.
Arjuna muda jantan itu melenguh lenguh bak
banteng liar yang sedang melawan matador
merasakan kontol perkasanya yang bergurat
otot2 itu mengentoti kehangatan mulut dan
belitan liar lidahku. “Ssss hmmm nikmat, terus
terus, katanya sambil tetap berdesis ssss……
kenikmatan. Cukup lama permainan itu, sampai
aku terengah-engah kakrena mulutku dijejali
dan dientor oleh kontol jantannya yang keras
bak ketimun Jepang berorama jantan tulen itu.
Precum asin kurasakan dalam mulutku.
Jembutnya yang lebat menghiasi dasar pedang
kelaki-lakiannya beraroma jantan sejati
menyentuhi hidungku membuat diriku mabuk
kepayang. Sudah 15 menit, namun kepalaku
tetap dengan kasar ditahan oleh tangannya
sambil dia terus mengentoti mulutku maju
mundur tanpa ampun. “Hmm nikmat sss sssss“ ,
desisnya sexy, “terus hisap hisap, gigit lembut
dan belit dengan lidahmu, Pak”, katanya parau.
Aku meronta meminta agar entotan kontolnya
di mulutku dilepaskan, tapi tangannya
menjambak rambutku dan menekankan ke arah
kontol hangatnya dengan kasar, juga terus
menjejalkan paksa rudal kejantannya ke dalam
mulutku yang sudah kecapaian dirojoki
kontolnya cukup besar dan keras. Akhirnya
alat kejantannya dilepaskan dari mulutku
untuk memberi waktu aku untuk bernafas.
Kemudian kami berciuman lagi, sambil bergumul
di ranjang dalam cuaca yang dingin itu. Kami
merenggangkan badan, kondom disarungkan ke
kontolnya yang behutan rambut hitam lebat,
dan aku mengolesi liang anusku dengan KY jelly
untuk mengantisipasi serangan rudalnya.
Menapaki puncak birahi dengan gumulan gelora
asmara: Dengan kasar dia mendorong aku agar
aku tidur terlentang, dan ia yang berbobot 60
kg itu menindih badanku yang 55 kg. Kami
bergumul, kontol kami bergesekan, kami
berpelukan erat sambil saling melumati bibir
dan mulut kami sambil bertukaran hisapan air
liur. Semakin membara dan semakin penuh
birahi situasinya. Si Arjuna romantis ganteng
itu merenggangkan pahaku dan di naikkan agar
membelit pinggangnya. Dengan tetap
berciuman, dia mengesekan-gesekan rudalnya
di area celah kenikmatanku, kemudian dia
mulai menancapkan kejantannya beringas bak
memasukkan sekrup ke dalam mur, sambil
menampari dan meremasi bongkahan pantatku
berkali-kali dengan agak kasar. Pantatku
memerah dan agak sakit, karena ditampari dan
diremasi oleh tangan arjuna macho itu.
Birahiku tambah membara dan sulit
terpadamkan rasanya. Kemudian, kurasakan
kehangatan kontol jantannya menerobos ke
dalam celah anusku yang menyempit karena
kesakitan diremas2 kasar….blesss…Sambil
berkata, “ Suka dientot pistol jantanku, Pak?”,
Hmm…. kupandang matanya yang tajam penuh
birahi dan tak kujawab pertanyaannya itu.
Kemudian pistol machonya bergerak masuk dan
maju mundur mengentoti celah sempit
kenikmatanku. Erangan dan rintihan2-ku
karena sakit dan nikmat, juga remasan anusku
pada alat kejantannya membuat dia semakin
nafsu dan ganas bak banteng mengamuk
melawan matador yang menggodanya.
Diremasnya dadaku dan digigitinya dan dihisap
pentilku sambil dikulum sambil dia tetap
mengentotiku dengan rudal jantannya yang
membara itu. Hal ini membuat nafsu kami
terbakar dan menyala bagai gunung merapi
yang akan memuntahkan laharnya. Suara
lenguhan dan erangan dan rintihan kami
berbaur jadi satu dalam sinar lampu hijau
temaram 5 watt. Kami bertukar posisi. Aku di
atas dan dia di bawah. Dimintanya aku
bergerak naik turun. Ia memegangi kedua
pantatku dan menaik turunkan badanku dengan
paksa dan kasar……, terdengar desisan
kenikmatan dari mulutnya yang tipis sexy itu,
sambil berkata parau: “lebih sempitkan lagi
celah yang memberikan kenikmatan kontol
jantanku ini”. Kemudian, dia mengentotiku dari
arah bawah dengan serangan2 kontolnya yang
membara bak batu bara itu menyentuhi
prostatku menimbulkan kenikmatan bagiku
bagai aku terbang ke nirwana ke tujuh. Setelah
itu, kami ganti posisi, aku di bawah dengan
bantal diselipkan dibawah pantatku, dan dia
memasukkan rudalnya lagi dengan tidak sabar
karena nafsu birahinya sudah sangat
memuncak. Bless …..sekali serang langsung
masuk. Jembutnya yang lebat bergesekan
dengan area luar anusku. Geli dan nikmat
rasanya. Aku mengocoki kontolku dan si
Arjuna ganteng boyish itu terus mengentotiku
dengan rudal lanangnya penuh guratan urat
dengan penuh nafsu, sesekali kami berciuman
dan bertukar ludah dan berperang lidah.
Klimaks asmara birahi: Ganti posisi tidur. Aku
membelakangi dia dan ia mendekapku, dan
mengangkat satu kakiku, agar mudah di
mengentoti liang sempit yang menjadi
targetnya. Sambil mengentotiku, tangannya
menjambak rambutku ia mengarahkan ke
wajahnya yang ganteng itu, dan kami saling
berciuman. Ia meremasi dada dan dengan
pentilku dengan kasar, aku mengocoki kontolku
dan kemudian spermaku muncrat keluar. Aku
mengeram dalam kepuasan. Dalam lenguhan
kenikmatannya, dia menguhamjamkan
senjatanya berkali kali dengan cepat dan kasar
dansemakin dalam kedalam anusku yang
mengetat dan berdenyut denyut meremasi
keperkasaannya, akibat dari spermaku yang
telah keluar duluan. Dia melenguh-lenguh
karena keperkasaanya diremasi oleh anusku
yang mengkerut, menyempit dan berkontraksi.
Ah ssss… tak henti2nya, tanpa perduli dalam
amukan birahi, dia menancapi liang sempitku
tanpa ampun. Dalam ciuman2nya yang penuh
gelora birahi, si Arjuna juga mengentotkan
lidahnya keluar masuk dalam mulutku dengan
ganas, serta meludahi mulutku berkali-kali, lalu
mencipokikutanpa ampun. Bersamaan serangan
lidahnya yang hangat itu, Arjuna ganteng itu
menembakkan perluru2 air maninya ber-kali2
ke dalam liangku. Dia melenguh mengeram-eram
mendesisdalam kepuasan, sambil jari
jemarinya meremasi dada dan pentilku dengan
kasar. Panas sekali rudal machonya kurasakan
dalam tubuhku. Oh ah..hmmmm ssssss……
sssssssss terdengar suaranya dalam klimaks
kenikmatannya dan kepuasan. Kami tetap
berciuman lembut sampai nafsu birahiku
menurun, dan kemudian kami tertidur sambil
saling berpelukan, jam menunjukkan tepat
pada angka 3:00 pagi. Serangan Fajar : Jam 6
pagi kami terbangun. Sebagai pria muda libido
Si Arjuna Macho muncul lagi, dia merapat ke
tubuhku dan kami saling berciuman dan
bergulat lidah sambil bertukar air liur, ah ….
nikmat sekali tiada duanya. Kuraba bagian
tubuh bawahnya, ternyata kontol machonya
menegang keras hangat sekali. Kemudian dia
menjambak rambutku dan menarik kepalaku ke
arah bawah ke pistol kejantannya, dan
mengentoti mulutku dengan kasar keluar
masuk seperti yang dilakukan tadi pagi.
Hisapan2 mulutku pada rudalnya dinikmatinya.
Kemudian, dengan posisi tidur aku
membelakangi dia dan dia mendekap, pejantan
itu segera mengentotiku lagi . Erangan rintihan
dan lenguhan bercampur jadi satu. 15 menit
rudal jantannya yang kekar dan tegap itu
mengentotiku maju mundur dikeluarkan dan
ditanjapkan lagi tanpa ampun. Ah si Arjuna
tampan ini bukan main. Kemudian, peluru
spermaku muncrat lagi karena entotannya yang
begitu ganas dan bergelora di dalam liang
kenikmatkanku. Segera setelah itu, dia
mencabut kejantanannya, melepaskan kondom ,
dan segera berganti posisi berjongkok di atas
wajahku, lalu kontolnya cukup besar bersunat
dan hangat itu dijejal paksakan ke dalam
mulutku yang meronta menolak tapi terus
dipaksakan, dan selanjutnya mengentoti
mulutku yang hangat dan berliur tanpa ampun
keluar masuk maju mundur cukup lama
membuatku terengah engah kehabisan oxygen,
menimbulkan suara2 romantis yang bergairah
karena rojokan kontol jantannya yang
membesar dan mengeras dalam mulutku, “Enak
hangat dan lembut mulut dan lidah mu, Pak,
terus terus …… hisap dan belit dengan lidahmu
yang berliur itu”, katanya terengah-engah
sambil menampari pipiku dan lembut dan
akhirnya air maninya yang masih cukup banyak
dan kental itu muncrat masuk kedalam mulutku
sampaitertelan olehku. Aroma laki2 dari rudal
kejantannya harum bukan main. Ssssss ssss ah
ahh…, lenguhnya dalam Klimaks asmara
kenikmatan kedua pagi itu. Si ganteng
menciumku dan meludahi mulutku kemudian
kami bermain lidah sebentar dengan mesra dan
lembut.…………… Kamipun teridur lelap
kecapaian, baru jam 10 pagi hari Sabtu kami
terbangun, kemudian setelah mandi, bersiap,
kami berciuman sebentar sambil berpelukan
erat dan mesra, dan berpisah. Dia kembali ke
hotelnya untuk makan pagi dan bertolak
kembali ke Jakarta. Pertemuan meditasi
kesehatan dan pencerahan di Puncak berlanjut
dan kami berpacaran dalam kemesraan selama
beberapa tahun. Sungguh indah kisah cinta ini.
Perpisahan : Dia sering bercerita bahwa ingin
bekerja ke negeri lain demi masa depannya,
kupikir tidak serius. Namun bak tersambar
halilintar ketika si ganteng macho mengatakan
bahwa ia telah mendapat panggilan untuk
berangkat……. Seminggu setelah berita itu,
bertolaklah ia ke negeri lain di seberang lautan
dua bulan yang lalu. Kami mengisi rindu melalui
dunia maya. Aku teringat dengan lirik lagu
“Why do you love me” yang mengawali
pertemuan di hotel. Lirik lagu itu ternyata
menjadi kenyataan. The memory is still in my
mind, but you have gone, and you leave me
alone”, “But Now everything is only a dream, a
dream that never comes, I only wait, till true
love will come”. Si Arjuna harus pergi
menggoreskan kenangan indah …….
Aku berharap nanti bertemu lagi dengannya.
Lagu “Kenangan Terindah” yang dilantunkan
Samson, yang liriknya, “ Bila yang tertulis
untukku, Adalah yang terbaik untukmu, Kan
kujadikan kau kenangan, Yang terindah dalam
hidupku”, menemaniku menyelesaikan cerpen
ini.