Setelah kejadian “kenalan langsung dientot”,
hubungan gw dan kang Yadi hari ke hari
semakin dekat. Justru hubungan persahabatan
gw dengan Darmawan menjadi semakin
menjauh, itu semua karena kontol. Kang Yadi
memperlakukan gw dengan amat sangat baik.
Setidaknya 2 kali seminggu kang Yadi pasti
mengajak gw untuk ketemuan, ya apalagi kalau
bukan kang Yadi meminta gw untuk mengoral
kontolnya hingga pejuh segarnya muncrat. Kami
paling sering melakukan aksi itu di dalam mobil
gw, karena sulitnya mencari tempat yang oas
dan minimnya waktu kami untuk bertemu lama-
lama. Sebenarnya gw sangat menginginkan
kontol kang Yadi bersarang di dalam lobang
pantat gw dan memuntahkan pejuh segarnya di
dalam lobang gw. Ya tapi apa mau dikata, kang
Yadi selalu beralasan bahwa dia tidak mau
terlalu sering mengentoti lobang pantat gw,
kang Yadi beralasan tidak mau lobang pantat
gw menjadi longgar akibat terlalu sering
dientot. Gw hanya bisa menerimanya dengan
berat hati. Walaupun demikiaN, gw masih
bersukur. Setidaknya gw masih bisa merasakan
pejuh kang Yadi meski hanya di dalam mulut
gw. Suatu hari kang Yadi mengajak gw pergi ke
kampong halamannya di daerah Sukabumi.
Tentu saja menggunakan mobil gw, dan tidak
lupa seluruh biaya akomodasinya gw yang
tanggung. Emang dasar kang Yadi! Sepanjang
perjalanan menuju Sukabumi, kang Yadi
banyak bercerita tentang dirinya dan
keluarganya. Sebenarnya gw tidak tertarik
ketika kang Yadi menceritakan keluarganya.
Untuk mengakalinya gw berusaha mengalihkan
pembicaraan kami ke arah hal-hal yang berbau
sex. Rupanya gayung bersambut, kang Yadi
malah menanyakan laki-laki type gw, “emang loe
demen ama cowok yg bagaimana sih?” Tanya
kang Yadi. “hmm… yg penting cowok, punya
kontol, punya pejuh! Itu doang” jawab gw.
“Cuma segitu? Berarti loe mau dong dientot
ama tukang becak atau gak dientotin
pemulung?” Tanya kang Yadi. “ya mau mau aja,
tapi sebenarnya gw kepengen banget dientotin
ama cowok yang berbulu dan bau badan” kata
gw lagi. “lho kok?” Tanya kang Yadi sedikit
bingung. “ya gak tau kenapa ya, gw suka aja”
jawab gw. “berarti loe selama ini gak suka dong
oral kontol gw?” Tanya kang Yadi dengan nada
yang sedikit tinggi. “ya gak gitu juga. Gw suka
kok, badan akang bau, itu yg bikin gw suka. Ya
meski akang gak berbulu.” Jawab gw dengan
nada sedikit manja dengan maksud agar kang
Yadi tidak marah. Selama di Sukabumi, gw
tidak bisa mendapatkan apa “kontol kang yadi”
yang gw harapkan. Sampai akhirnya kita pulang
ke Jakarta, hal itu pun tetap tidak gw
dapatkan dari kang Yadi. Sesampainya di
Jakarta, kang Yadi hanya mencipok bibir gw
sebagai tanda terima kasih telah mengantar
dia pulang ke Sukabumi. Gw kecewa banget
dengan kang Yadi, karena untuk mengantar
kang Yadi pulang kampong, gw udah rela bolos
kuliah selama seminggu. Setelah cipokan itu,
hubungan gw dan kang Yadi tidak disangka
malah semakin menjauh. Biasanya setiap hari
kang Yadi pasti menghubungi gw via telepon
atau sms, tapi sejak cipokan itu satu sms pun
tidak ada. Tiga minggu tidak ada kabar dari
kang Yadi, gw hanya bisa menunggu dan
berharap. Selama itu pula hidup gw terasa
hambar karena tidak ada kontol yang
menjamah gw. Awalnya gw pengen main ke
rumah Darmawan, dan berharap bisa mendapat
kontol ayahnya Darmawan, kontol Om Bun
Siong. Tetapi niat itu gw batalkan karena gak
mungkin juga itu terjadi. Empat minggu
menunggu kabar dari kang Yadi, tetapi hasilnya
nihil. Satu-satunya orang yang bisa gw
tanyakan tentang kang Yadi adalah Dadan.
Dengan sangat terpaksa akhirnya gw sms
Dadan, namun tidak ada sms balasan. Ya
tambah terpaksa lagi gw menelepon Dadan,
namun lagi-lagi tidak ada jawaban. Malam hari
ketika gw mau tidur, handphone cdma gw
berdering. Buru-buru gw menyambar handphone
danmenjawab panggilan itu, ternyata yang
menelepon gw adalah Dadan. “heh homo, kenapa
lw nelpon gw tadi siang?” Tanya Dadan di ujung
telepon sana. “nyantai oi,gw Cuma nanya
tentang kang Yadi. Kang Yaadi baik-baik aja
kan?” kata gw. “kenapa emangnya? Lagi butuh
kontol ya loe?” Dadan kembali bertanya dengan
gaya slenge-an. “apaan sih loe Dan! Gak jelas
banget! Kang Yadi gmana? Kok dia gak
nghubungin gw lagi ya?” cecar gw. “ada noh
orangnya lagi dagang. Gak minat lagi kali ama
loe.” Jawab Dadan. “masa sih?” Tanya gw
penasaran. “ama gw aja deh, kontol gw kan
lebih gede dari punyanya kang Yadi. Gw tau, loe
pasti lagi butuh kontol kan?” Tanya Dadan yg
sedikit memojokkan gw. “ya udah deh…” jawab
gw dengan nada yang dibuat seolah-olah gw
terpaksa. “bener? Kapan? Besok siang aja,
besok gw shift malam, gimana?” Tanya Dadan
kegirangan. “ya udah, besok siang. Loe masih
inget rumah gw kan? Loe langsung ke sini aja”
jawab gw. Keessokan harinya, kira-kira jam 11
siang Dadan sms, dia bilang sudah ada di depan
rumah. Gw langsung turun untuk membukakan
pintu pagar. Siang itu di rumah Cuma ada gw
seorang, koko gw sudah berangkat kerja, cici
gw udah berangkat kuliah, dan papa-mama gw
juga sudah pergi mengurusi bisnis mereka
masing-masing. Saat membuka pintu pagar, gw
terkejut karena Dadan tidak sendiri. Dadan
datang dengan seorang temannya dengan
mengendarai skuter matic. Dadan segera
memperkenalkan temannya kepada gw.
Namanya Ibnu, dia adalah teman kerja Dadan.
Perawakan Ibnu cukup menarik, dengan badan
tinggi kekar dibalut kulit sawo matang, tampak
jelas sekali bahwa Ibnu sering berolahraga.
Wajah Ibnu sangat mirip dengan Tukul
Arwarna, yang membedakan adalah Ibnu tidak
memiliki kumis seperti Tukul. Ibnu membiarkan
kumis dan jenggotnya tumbuh alami menghiasi
wajah maskulinnya. Selesai basa-basi, gw pun
mengajak keduanya masuk. Gw lagsung
mengajak mereka menuju kamar gw di lantai
dua. Dadan dan Ibnu berjalan di belakang gw.
Dapat gw dengar dengan jelas Ibnu berkata
kepada Dadan “benar putih mulus Dan, dapat
aja loe!”. Gw hanya bisa tertaw di dalam hati.
Rupanya hawa nafsu sudah menguasai Dadan.
Saat baru memasuki kamar, Dadan langsung
memelorotkan celana gw dengan kasar sampai
gw terjatuh nungging. Pantat gw dengan segera
terekspose menantang Daadan dan Ibnu. Tanpa
basa-basi Dadan langsung menjilati pantat gw
dan sesekali menepok-nepok pantat gw. Tidak
puas hanya menjilati pantat gw, sekarang
Dadan mulai menyodokkan telunjuknya
menerobos lobang pantat gw. Spontan gw
teriak akibat kaget-enak-bercampur geli.
Dadan semakin liar saja, kini tiga batang
jarinya sudah keluar masuk mencoblos lobang
pantat gw. Sementara itu, Ibnu hanya terdiam
melihat aksi gw dan Dadan. “ngapain loe
bengong! Embat aja mulutnya!” perintah Dadan
kepada Ibnu. Ibnu langsung berdiri di hadapan
gw, sementara Dadan sekarang sudah
mengeluarkan kontolnya dari dalam celananya,
dia menggesek-gesekkan kontolnya itu di
sekitar lobang pantat gw. Entah tolol atau apa,
Ibnu hanya diam saja. Akhirnya gw berinisiatif
menarik keluar kontol Ibnu yang masih
terbungkus rapi di balik cellana jeans hitamnya
itu. Ibnu yang ssemula berdiri, sekarang sudah
bersimpuh di hadapan gw dengan kontolnya
yang keluar dari resleting celana. Tidak sabar
segera gw sambar kontol Ibnu, gw langsung
telan habis kontol Ibnu Ibnu langsung
kelojotan ketika kontolnya gw hisap kuat-kuat
“aaarrrrgggghhhh pelan-pelan isepnya”. Tidak
mau kalah, Dadan sekarang menempelkan
kepala kontolnya di lobang gw, sekali tekan
kontol jumbo Dadan langsung menjeblos masuk
membombardir lobang pantat gw. Dadan
seperti sedang kerasukan, dia tana ampun
langsung menggenjot kontolnya di dalam lobang
pantatgw. Rasa perih di dalam lobang pantat
gw tidak terelakkan lagi. Untuk mengakalinya,
gw semakin kuat menghisap kontol Ibnu.
Akibatnya Ibnu mengerang sejadi-jadinya.
Barangkali Dadan sudah sangat lama tidak
meyalurkan nafsunya itu, terbukti baru 5
menit menggenjot gw dengan gaya doggy style,
kontol Dadan sudah mengembang cenat-cenut
di dalam lobang pantat gw. Sesaat kemudian,
Dadan menekan kuat-kuat kontolnya sampai
seolah-olah biji pelrnya juga kan ikut masuk ke
dalam lobang gw dan CCCRRROOOTTTHHH
CCRROOOTTTTHHH CCCRRREEETTTHHH
CCCRRREEETTTHHH Dadan menuntaskan kasi
memborbardir lobang pantat gw dengan
menyemburkan cairan kejantanannya itu
dalam-dalam. Pejuh hangat segera membanjiri
usus gw yang sudah lama merindukan pejuh.
Tampaknya Ibnu sebtar lagi juga akan
menghadiahi kado perkenalan berupa pejuh,
cairan pecum Ibnu sudah sedari tadi mengalir
tiada henti dari lobang kencingnya. Sejurus
kemudian, Ibnu berusaha mencabut kontolnya
dari dalam mulut gw saat kontolnya akan
ejakulasi.namun gww berusaha
mempertahankan kontolnya dan
CCCRRROOOTTTHHH CCRROOOTTTTHHH
CCCRRREEETTTHHH CCCRRREEETTTHHH
Ibnu muncrat di dalam mulut gw. Pejuhnya
hangat sekali, didominasi oleh gumpalan-
gumpalan putih mirip jelly asin gurih pahit
sungguh sedap. Dadan dan Ibnu langsung
terkapar di lantai dengan baju basah
bersimbah keringat, sementara kontol mereka
masih mengintip keluar dari celah resleting
celana masing-masing. Setelah sekitar
setengah jam, gw meminta Ibnu gentian
menyodomi gw dan Dadan mengentoti mulut gw.
Namun kali ini gw juga meminta keduanya
membuka baju mereka hingga telanjang bulat.
Belum sempat itu terjadi, tiba-tiba dari luar
kamar terdengar suara koh Dennis(koko gw)
memanggil-manggil nama gw. Dengan terpaksa
aksi gw dan 2 pejantan itu dihentikan. Dadan
dan Ibnu pun akhirnya pamit pulang.