Tak kusangka di pagi hari minggu ini ada operasi razia yang dilakukan oleh polisi di jalan lintas kota, operasi ini digelar untuk mencegat orang yang menyeludupkan ganja atau narkoba lainnya yang marak terjadi selama ini..

Didalam tas pundak yang kubawa ini selain terdapat kaos dan celana juga terdapat sekotak kondom, beberapa keping DVD porno yang ingin kutonton bersama dengan cowok kesayanganku, hatiku sangat takut kalau kalau nanti ditahan gara gara barang porno ini namun tidak mungkin lagi untuk membalikkan sepeda motorku karena jika aku membelokkan sepeda motor pasti kecurigaan semakin besar, akhirnya kuputuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Aku di beri tanda untuk berhenti oleh seorang banpol yang berbadan kecil, banpol tersebut memang memakai seragam polisi tapi tanpa tanda pangkat, biasanya mereka kurang dihiraukan oleh pengendara. Aku pun berhenti kemudian STNK & SIM kukeluarkan karena tidak bermasalah dengan STNK & SIM maka selanjutnya tas pundak yang ku bawa menjadi perhatian banpol tersebut, aku disuruh membuka tas tersebut semua kulakukan, dan kemudian aku berkata “ aku tidak membawa narkoba, apakah saya boleh melanjutkan perjalanan?”. Sang banpol diam kemudian menuju ke seorang Polisi yang berpangkat Bripka kemudian Pak Polisi itu menuju ke arahku dan mengambil 3 keping DVD tanpa label ataupun cover tersebut, Pak Polisi itu menuju Pos kemudian didalam pos rupanya ada sebuah DVD player, waktu itu aku sungguh gemetaran karena aku pasti ditahan ataupun didenda karena membawa benda yang dilarang oleh hukum. namun apa daya Pak Polisi itu langsung memutar DVD tersebut dan habislah aku, aku langsung di borgol dan dibawa kedalam kamar yang digunakan oleh para Polisi untuk istirahat, didalam kamar tersebut terdapat sebuah kasur yang lumayan dekil, dan didinding terdapat beberapa stel jaket para polisi. Muka Polisi tersebut sangat ceria dan kemudian mengatakan bahwa dia sudah lama tidak mendapatkan mangsa seperti aku, rupanya dia juga seorang polisi yang doyan cowok alias homo, tanganku di borgol dibesi jendela dan celanaku di tarik turun dan aku di buat dalam posisi nungging kemudian Pak Polisi tersebut membuka resleting celana coklatnya dan kontolnya yang besar itu ditarik keluar kondom yang kubawa tadi dibuka 1 bungkus dan dengan cekatan dipakaikan kekontol gedenya itu, kemudian tanpa banyak bicara lobang anusku di coblos dan aku mengeluarkan suara aduh, karena aku adalah seorang homo yang top bukan bott maka sungguh sakit kurasakan permainan itu, Pak Polisi itu bermain dengan kasar dan sesukanya, tidak lama kemudian dia telah puas, sedangkan hanya rasa perih kurasakan, namun disela sela rasa perih tersebut ada rasa kenikmatan yang lain maka aku pun mulai menikmati permainan Pak Polisi itu, setelah selesai dan puas maka Pak Polisi itu mencabut kontol gedenya dan membisikkan terima kasih kepadaku.

Borgol yang terpasang ditangan dibuka dan aku diberikan sebuah handuk yang berwarna abu abu atau warna yang sama dengan baju polisi, aku membersihkan diri dengan cepat dan kemudian tas dan semua bawaanku dikembalikan dengan utuh tanpa ditilang ataupun ditahan dan secarik kertas dari pak Polisi yang tercantum nama & no handphone yang bisa dihubungi.aku pun segera meninggalkan pos tersebut dan melanjutkan perjalanan walau masih terasa perih dan terkejut dengan yang barusan saya alami