Hari sudah semakin larut, jam sudah menunjukkan 6.30 sore, memang tidak seperti kantor lainnya kantor ini tidak memberikan kompensasi lembur sehingga banyak orang sudah meninggalkan kantor sejak pukul 5.30. Ditambah dengan suasana bulan puasa menjadikan kantor semakin cepat ditinggalkan oleh para penggemarnya.

Di tempat yang sudah cukup sepi ini, hanya tinggal kami ber-2 yang masi asik berkutat di depan computer, aku dan Adi. Adi umurnya sekitar 27 tahun, dengan wajah yang cukup menarik meski badan yang cukup gempal tapi Adi terlihat sangat menarik sekali, sering aku ingin coba kenal lebih dekat dengan dia karena kami berada di dua divisi yang berbeda.

Lain dari Adi, sore itu aku sengaja tinggal di kantor karena ingin surfing gambar dan cerita yang bisa membuat gairahku bangkit. Tiba-tiba terbesit rasa ingin mengerjai Adi dan mengenal dia jauh lebih “dalam” lagi. Segera aku mencoba berbasa basi untuk membuka pembicaraan kami

“Blom balik di?” tanyaku asal, “Belom neh, tanggung lagi bikin forecast” jawabnya singkat. “Kaga dicariin ama anak istri neh?” “uda, barusan gw ditelpon istri gw, ya udah gw bilang aja masih banyak kerjaan” Akhirnya aku bangkit dari tempat duduk dan ke mejanya, “ntar lu kaga dikasih jatah ama istri lu lho…” godaku, “ hehehe, bisa aja lu, ntar gw cari jatah lagi ajah” jawabnya enteng.

“yah elo, uda punya anak juga, masih mau kemana, dosa lho kasian istri lu…tapi orang secakep lu pasti banyak yang mau, hehehehe” “ah lu bisa ajah, yah selama ini si belom pernah kejadian ama cewe lain, ga enak ama istri gw juga hehehe” jawabnya.

Perlahan mataku menyusuri badannya yang gempal tapi menarik berbalut kemeja silver sedikit mengkilat dan pantatnya yang terbalut celana coklat tua ketat. Ingin sekali aku memeluk dan menciuminya saat itu juga. Tapi secara tak sadar aku pun berkata “klo ama cowo ngga ada rasa bersalah donk” “HAH? Maksud lu apaan?” tanyanya kaget dan aku pun juga kaget bisa mengatakan hal seperti itu, bisa terancam kredibilitas ku, batinku saat itu juga. Namun nafsu mengalahkan akal sehat dan akupun melanjutkan “ yah kalo merasa dosa main ama cewe main ama cowo ajah, kan lebih safe, cowo ngga mungkin hamil, heheheehehe”

“Lu gila yah, kan gw bukan gay enak aja lu” “eits jangan salah, jaman sekarang ngga Cuma gay yang main sama cowo, cowo normal pun juga mau, enak tau diisep… en katanya lubang cowo jauh lebih ketat dari cewe”, tampaknya penjelasanku mulai memicu adrenalin dan menaikkan gairah Adi, wajahnya pun menjadi wajah penuh keingin tahuan. “ koq lu bisa tau begituan, emang lu pernah nyoba?” “ kenapa? Lu jadi penasaran yah? Hehehe” godaku. “iya sih, dikit, abis sejak ngelahirin satu2nya yang jadi pelampiasan Cuma tangan gw” “walah kasian amat tangan lu…. Mau tau gimana rasanya? Lu bawa kunci ngga? Klo mau kunci aja pintuny dulu, matiin lampu jadi ngga pada curiga”

Diapun terlihat sedikit ragu, namun beberapa saat kemudian dia beranjak dari mejanya lalu mengunci pintu depan. “YES” seruku dalam hati, akupun menutup tirai ruangannya lalu bersiap. “ udah tuh” katanya singkat setelah mengunci pintu dan mematikan lampu. “Ok, sekarang lu duduk disini, santai ajah jangan tegang” “trus gimana?” tanyanya tak sabar, “ tenang2, pokoknya biar gw yang kasi tau, ok?” diapun duduk manis di kursinya.

Akupun memulai perjalanan gairahku… perlahan aku buka ikat pinggangnya, lalu aku mulai membuka satu persatu kancingnya, mulai dari yang teratas. Adi masi merasa bingung dan kaku, lalu akupun perlahan mulai menciumi lehernya, menjilat kuping dan tengkuknya… dan diapun mulai mendesah lebih relax “shhmmppphhh……”

Kini hampir semua kancing baju Adi terbuka, aku pun mulai menyusupkan tangan ku dan mengelus putingnya sambil terus menjilati leher dan telinganya, diapun menggelinjang keenakan “enakkhhhhh…..ishhhh”. Setelah itu, aku mulai turun sedikit dan mulai menjilat dada dan putingnya “slluurrppp…” dia secara tak sengaja berteriak “arrgghhhhh…. Ueennnaakakkkk..hmphhhh” sambil menjilati putingnya, tanganku mulai mengusap2 penisnya yang masih terbungkus celana ketatnya dan diapun mulai merem melek keenakan.

Setelah puas mengusap-usap kemudian aku mulai melepaskan celananya dan menariknya kebawah, tampaklah dihadapanku gundukan Indah terbalut celana biru tua. Mulailah kujilati gundukan itu tanpa membuka celana dalamnnya sambil mengusap2 putingnya. “cepat buka, ennakkkkhhhh seklaaliihhhh” tampaknya dia mulai tak sabar. Akupun semakin tersenyum bahagia, kemudian aku berdiri dan mendekati bibirnya sambil berkata “do you want to be sucked my boy?” kataku nakal “yes, I do sir, please suck me” katanya tak sabar “then, let me show you first how I sucked” kemudian aku pun mulai mecium bibirnya perlahan-lahan, mengulum bibir atas dan bawah bergantian lalu menghisap lidahnya, diapun tampak menikmatinya

“hmpphhh, slurppp,hm…mmpphh” kami beradu lidah dan ludah. Tanganku yang dingin pun mulai menyusup ke dalam celana dalamnya dan memainkan penis hangatnya… diapun merem melek keenakan… “Do you want me to suck like that?” tanyaku “ yes I do..” katanya singkat. Akupun segera membuka kancing2 terakhir di kemejanya dan perlahan turun kebawah sambil menjilat putingnya kembali untuk menaikkan gairahnya “Arrghhhhhh……..urrghhhhh” teriaknya keenakan.

Setelah kupelorotkan celananya, akupun mulai menghisap penisnya yang sudah menjulang 17 cm dengan diameter 4 cm. “orrghhhh, arrhhhhhh,ughhhhh, ueeenakkkkkhhhh, teruushhhhhhh” aku pun menjilati penisnya seperti anak kecil menghisap es… dia pun naik turun di kursinya sambil memegang kepalaku. “arrghhh, urghhh…..ohhhhhh, mmpphhhhhh, terusshhhh, enakkhhhh, this isss greaattthhhhhhhh, I’m cumminggg booyyyhhhhh I’m cuummmhhhhhhhhh” Belum selesai dengan kata katanya yang terakhir, penisnya sudah menembakkan 7 semprotan di tenggorokanku “crooootthhhhh……..croottthhhh….crottttt” dan akupun menghisapnya sampai tetes terakhir. Diapun merasa geli namun keenakan “cukup… uenakkk sekaliii…..ahhh… I feel so tired…”

Diapun menyandarkan diri di kursi sambil memejamkan matanya dengan kemeja terbuka namun masih menggantung serta celana dalam tersangkut di antara kaki dan lantai dan celana panjang yang tersangku di kursi… pemandangan yang cukup Indah yang cukup membuat gairahku terpacu…. Akupun bangkit dan membuka celana dan celana dalam putihku…. Kemudian mengocok penisku yang sudah tegang dan meronta….sambil mengatakan “ Di, you turn me on, you’re so great , I feel like to cumhhhhhh……..” Tanpa perlu perjuangan “crottt ….croottttthhhh” tembakan demi tembakan sperma mengenai dada Adi yang masi terbuka “arghhhh…ahhh…..uenakkhhh….”

Akupun segera mencium Adi yang masi lemas dan membersihkan pejuhku yang menempel di dadanya. “ Thanks yah, at least gw ga bikin lu hamil meski lu uda bikin kotor disini” kata Adi sambil menunjuk dadanya, “ sorry Di, gw keterusan, sorry banget yah…. “ kataku sambil membersihkan noda sperma di kemejanya… “hehe, gpp koq, tenang ajah, ntar gw bilang ajah kena kopi kental….” “ hehehe, gw traktir deh makan, mo ga?” ajakku, “Ok, gw beresin meja dulu”. Akhirnya kami pun menjadi dekat dan sering melakukan hal yang sama dengan variasi yang lebih… memang bener2 lempengin …..