Suatu sore aku telah selesai push up sebelum menutup bengkel, Ooohh ? ya.., bang Roy, pemilik bengkel sudah seperti kakakku, makanya urusan membuka dan menutup bengkel jadi kewajibanku. Tubuhku masih penuh keringat, sungguh aku sangat bergairah saat berkeringat, aku bisa merasakan kontolku semakin tegang, membuat celanaku penuh sesak. Tiba tiba sebuah mobil menghampiri bengkel, dan tampak pemuda seumurku keluar, ” Maaf, sudah tutup bang ” .kataku dengan ramah.” Tolong lah bang, mobilku bermasalah, tapi aku harus pulang malam ini juga ke Pekanbaru, ibuku sakit ” sejenak aku terdiam mendengar alasannya, hingga akupun urung menutup bengkel, aku tak mau jadi penghalang dia menjumpai ibunya yang sakit. Kuminta dia memasukkan mobil ke bengkel,setelah aku chek maka segera kuambil tindakan. Aku tak menyadari jika pemuda itu menatapku penuh nafsu..tak lama kemudian mobil telah sehat kembali, tubuhku semakin berkeringat, dan kotor terkena oli mesin..tiba tiba terdengar dering hp, pemuda itu menjawabnya ” ??? ya.. Pah, bentar lagi Hendri berangkat .” Dia terdiam ..aku membersihkan kedua tanganku, kemudian mencatat nota pembayaran ” Ooh ??? ya.., syukurlah Pah, mana Mama, Hendri ingin bicara….” Wajahnya tampak begitu sumringah, dia tersenyum ke arahku, ” Baik Mah,syukurlah Mamah udah baikan,kalo gitu Hendri pulang minggu depan aja ??? ya..,sebenernya ada pekerjaan mendesak neh, yang penting sekarang Mama udah sehat ” Hendri cukup lama mengobrol lewat hpnya, sekilas aku menangkap pembicaraannya, tak lama kemudian dia menghampiriku dan tersenyum lebar ” Aku ga jadi pulang Bang ” dia bercerita panjang lebar tentang ibunya, tak berapa lama kami jadi akrab..dia melepas jacket yang membungkus tubuhnya, aku cukup tertegun melihat tubuh Hendri tampak gagah dibalut kaos putih ketat, otot dada dan lengannya menonjol indah, sedangkan aku masih telanjang dada di depannya, kuajak dia ke kantor agar suasana lebih santai, dan kututup folding door, agar tak ada lagi pelanggan untuk malam ini.

” Kayaknya kita seumur ??? ya..,” aku tersenyum,” udah berapa lama buka bengkel” .. Kami mengobrol layaknya teman lama yang baru ketemu, saat aku hendak mengenakan kaosku, dia melarang ” Jangan pakai baju dulu, lo masih keringetan, ntar panuhan lho” aku tersenyum, dan urung mengenakan kaos “Malu ah, ga sopan telanjang gini ” jawabku..” Ga lah, kecuali lo lepas celana lho, baru telanjang namanya ” aku tertawa.. ” Oke biar adil, gw lepas kaos juga ” Hendri menanggalkan kaosnya, memamerkan otot tubuhnya yang terlatih, ooh my God ..aku semakin terkesima oleh lekuk tubuhnya, otot dada yang terlatih, tampak tebal membusung, disokong 6 kotak perutnya yang kokoh, rata ..baru kali ini aku menyaksikan tubuh seindah itu dari dekat..entah kenapa aku tak kuasa memalingkan wajah, Hendri tersenyum, pria cepak itu menegurku ” Woi, ngapain bengong, kaya liat setan aja ” aku tersipu ketangkap basah sedang memandang tubuhnya, ” Iya neh..setannya cakep, ha ha..body lo keren bro ” jawabku, ” Ha ha ha, lo kali lebih keren, gw aja takjub pas liat tadi ” jawabnya, “Ga laa, gw biasa aja lagi ” kataku ..” Lo ngegym ? ” Aku mengernyitkan dahi ” Apa? ” Aku ga tahu apa maksudnya .. dia terbahak ” Lo fitness ? ” Aku tersenyum geli menyadari kebodohanku” Ga, gw cuma push up aja ” ..Hendri mengangguk, ” Swear bro, body lo keliatan padat banget, kalo gw masih kendor ” dia merendah …” Sini lo pegang ” aku ga nyangka Hendri bakal menawarkan aku menyentuh tubuhnya, aku mendekat..kupegang lengannya,terasa cukup padat, meski masih terasa lemaknya… aku berusaha wajar ..padahal sungguh, aku sangat bergairah sekarang, dan Hendri membalas menyentuh dadaku, akupun beralih ke dadanya yang tebal, hingga tanpa sadar aku meremasnya..Hendri agak kaget, tapi dia tersenyum ” Lo horny ?? ya.. ?” Wajahku pasti memerah sekarang ” Gw juga bro, lo sexy banget .” Hendri mendekatkan wajahnya, aku tak bereaksi, semakin dekat, hingga bibirnya menyentuh bibirku lembut..aku masih tak bereaksi..tangannya mendekapku, dada kami bersentuhkan, dia kembali menciumku, kali ini kucoba membalas, aku masih tak percaya dengan yang kulakukan, aku bercumbu dengan pria..celana kami beradu, tak bisa kututupi kenyataan bahwa aku terangsang, kontolku begitu tegang, begitu juga dengannya, seketika ciuman kami makin buas, aku seperti seseorang yang terbebas dari belenggu, pertama kali kurasakan, tubuhku disentuh pria lain, bibirku dicium, dadaku dihisap, bahkan kontolku dioralnya dengan penuh nafsu, sungguh aku tak bisa mengendalikan diri, hingga saat Hendri memasangkan kondom aku diam saja, sesaat kemudian, sebuah pengalaman baru kudapatkan, Hendri dengan penuh nafsu menikmati kontolku dalam lubang anusnya, baru kurasakan kontolku semakin perkasa menembus pantatnya,seperti tak pernah mati, berulang kali, hingga aku mencapai puncak ternikmat dalam hidupku.

Sudah pukul 11 malam, sudah sejam lalu Hendri meninggalkanku sendiri di bengkel,aku masih tak percaya dengan apa yang baru saja kulakukan, entah berapa kali aku ngentot pantat kekar Hendri, di meja kerjaku, di sofa, di toilet, bahkan di kap depan mobil sedannya, aku dengan perkasa membopongnya, sementara kontolku masih tegang perkasa tertancap dalam anusnya, saat terakhir dia kehabisan kondom, aku terpaksa menikmati pantatnya tanpa pelindung, bahkan aku ejakulasi dalam lobangnya, begitu banyak, seakan stok spermaku tak pernah habis..kami sempat bertukar no handphone..ha ha..baru kali ini handphone ku berguna, karena selama ini cuma bang Roy yang menelponku, tak ada yang lain..

Semenjak perkenalanku dengan Hendri, hidupku berubah drastis, hampir setiap akhir pekan kuhabiskan bersamanya, atau bersama teman teman Gay nya, untuk pesta sex, dan aku selalu jadi tuan yang dilayani pria pria tampan bertubuh kekar, mereka dengan tidak sabar menunggu giliran menikmati kontolku..hingga Jose, seorang bodybuilder gagah pemilik tempat fitness menjadi teman dekatku, dia seperti tak pernah bosan bercinta denganku, akupun demikian. Jose sangat baik terhadapku, entah sudah berapa banyak pakaian, baju, celana, sepatu, yang selama ini hampir tak pernah aku fikirkan untuk kubeli, tercukupi karenanya, dan selain push up, kini aku berkesempatan berlatih di tempat fitness miliknya, hingga tubuhku semakin kekar. Tio, asisten Jose, selalu jadi partner setia latihanku, dan Thomas, cowok berkaca mata blasteran Pakistan, instruktur baru pindahan dari Jakarta, mereka berdua antusias membimbingku berlatih. Sejujurnya aku naksir Thomas, wajahnya yang begitu tampan,berkumis tipis, berhidung mancung, dan kedua rahangnya yang kokoh selalu ditumbuhi jambang tipis, Thomas selalu rapi jika melatih, tak pernah sekalipun dia tampak melepas kaos memamerkan otot tubuhnya yang kuyakin pasti indah seperti yang selalu dilakukan Tio, dan tak sekalipun kami bersama di ruang ganti, hingga makin membuatku penasaran.Tapi aku sudah punya Jose.

Karena tahu kondisi rumahku yang penuh sesak, Jose menawarkan tinggal bersama, tapi aku tak mau keluargaku curiga, aku tak mau mereka berfikir macam macam, tapi Jose akhirnya tak bisa memaksa, dia hanya membagi kunci cadangan untukku jika sewaktu waktu akan berkunjung, satu hal yang tak kusuka darinya, jika tidur, jangankan ketukan pintu, dering hp disampingnya saja tak dihiraukan, makanya dia tak ingin aku kecewa saat berkunjung.

Hubungan kami berjalan normal, semakin lama semakin tumbuh rasa sayangku kepadanya, setiap saat kangen mendera, rasanya aku jatuh cinta kepada Jose..sungguh aku takut kehilangan dia.hingga karena terlalu takut, aku terkadang bermimpi dia bercinta dengan lelaki lain, dan aku membunuh pria selingkuhannya..tapi beberapa hari ini bengkel bang Roy sangat ramai, bahkan ada beberapa mobil yang ditinggal di bengkel karena turun mesin, terpaksa kami sering lembur, itu membuat frekuensi pertemuanku dengan Jose semakin berkurang.

Suatu hari Adikku minta ditemani ikut piknik ke Danau Toba, karena memang saat itu acara piknik ditemani orang tua murid, karena kedua kakakku sibuk, maka aku harus rela mengantar Mely, adik bungsuku yang baru masuk SD, akupun ijin ke Jose, weekend ini aku belum bisa menginap di rumahnya, dan dia mengerti. Tapi sayang sekali, di tengah perjalanan cuaca begitu buruk, sehingga supir bus tidak berani melanjutkan, sungguh aneh, baru kali ini aku tahu ada piknik yang gagal, tapi demi keselamatan, akhirnya kami rela kembali, hari masih siang saat aku sampai rumah, si Mely langsung nangis masuk kamarnya gara gara gagal piknik,kusuruh Mike, adikku yang lain untuk menenangkannya, aku beralasan ada perlu, aku ingin bertemu Jose, sengaja tak kuberi tahu dia, biar jadi kejutan, pasti dia senang aku ga jadi piknik.

Dengan angkutan umum aku ke rumah Jose, hanya setengah jam saja untuk sampai ke rumahnya, dilanjutkan dengan berjalan kaki 500m masuk ke kompleks perumahan, sesampai disana, mobil Sedannya masih terparkir rapi di Carport, kutekan handle pintu, ah terkunci rupanya, pasti dia sedang tidur nyenyak..maka kubuka dengan kunci cadangan. Rumah tampak sunyi senyap tanpa suara, aku menapaki tangga menuju kamarnya di lantai 2, baru beberapa langkah menuju kamarnya, kudengar sayup sayup erangan pria, aku lihat pintunya terbuka..aku mendekat perlahan..suara itu makin jelas..dan, saat aku mengintip, aku menyaksikan pemandangan yang begitu menyesakkan dada, tampak jelas olehku, Jose sedang duduk diatas kontol seorang pria,kontol besar yang putih itu tampak kontras keluar masuk pantatnya, tanpa kondom samasekali,tapi siapa pria kurang ajar itu, wajahnya tak dapat kulihat karena berada dibalik tubuh Jose yang kekar penuh keringat, hanya tangan penuh bulu yang memeluk punggungnya..mereka tampak sangat menikmati percintaan itu..dadaku rasa terbakar hebat..tapi aku penasaran..siapa lelaki yang berani tidur dengan kekasihku..suara desahannya seakan tak asing..tak lama Jose membawa pria di depannya berbaring, seketika tampaklah wajah pria tampan berjambang dengan tubuh kekar penuh keringat sedang ngentotin pantat Jose..pria itu, Thomas, tampak tersenyum bahagia menikmati tubuh Jose, berulang kali mereka berciuman mesra, aku masih tak dapat berbuat apa apa, tapi mataku tak lepas dari pemandangan menyakitkan itu, meski ini kali pertama kusaksikan tubuh indah Thomas, tanpa sehelai benangpun, tapi yang ada hanya rasa amarah ” Enak banget pantat lo Joss..pantas Robin cinta mati.., aaaagrrhhhh..” ..” Aaaaargghh. Kontol lo juga enak,gede dan panjang..aaaaggrhh gw suka..”, mereka kembali berciuman mesra..” Oohhh yaaa..aaaghh Enakan mana sama kontol Robin ..” ..aku urung menghentikan mereka ” Sama ..aaaggrrhh..enaknya..” Jose tampak semakin menggila, ditariknya pantat Thomas agar lebih dalam merojok pantat montoknya ” Kalo kontol Tio ? ” Aku kaget setengah mati, ternyata Jose juga sudah pernah dientot Tio ..b*ngsat !..amarahku makin tak tertahan ” Enak juga aaagghh..tapi ..Tio lebih suka pake kondom…aaghhh gw kurang suka “..Thomas makin kencang ngentotin pantat Jose..aku sudah tak bisa menahan lagi…” JOSE !!! ” Seketika mereka berdua kaget, entah karena teriakanku atau karena keberadaanku menyaksikan perselingkuhan mereka .

Mataku sembab, sudah semalaman aku menangisi apa yang kusaksikan kemarin, tak kusangka selama ini Jose membohongiku, bodohnya aku percaya kepadanya..kutinggalkan rumah Jose setelah aku 15 menit aku tak bisa mengendalikan diri, kuhancurkan semua yang kulihat di depanku, aku seperti kesetanan, bahkan sebotol Jack harus terbuang percuma karena kuhantamkan ke pelipis Thomas, saat pria tampan itu sempoyongan, aku masih membabi buta menghajar wajah tampannya sambil terus berteriak histeris, Jose menarikku karena aku bisa saja membunuh Thomas, tanpa sadar akupun menampar Jose, dia hanya terdiam, seketika ruangan hening, tak kusadari air mataku keluar, Jose pun menangis, dia berusaha mendekapku dan meminta maaf, tapi aku tepis dan segera berlari keluar tanpa bicara…

Sudah seminggu sejak peristiwa itu, aku tahu, bisa saja sewaktu – waktu polisi datang menjemputku karena kasus penganiayaan, tapi ternyata Thomas tak melaporkanku, bahkan kudengar kabar dia pergi tugas ke Dubai, ah..pers*tan dengannya.Jose berusaha menghubungiku, tapi tak pernah kutanggapi. Jangankan bertemu dengannya, mengingatnya saja aku jijik, apalagi membayangkan saat dia menikmati kontol lain, tapi tak bisa kupungkiri, aku terlalu sayang sama Jose, hingga setelah apa yang terjadi, aku begitu sakit, hingga aku sering berteriak seperti orang gila setiap teringat penghianatannya.

Aku masih menunggu Tas di conveyor Bagasi, 10 menit lalu aku baru saja mendarat di Jakarta, Yah..aku memilih meninggalkan Medan dan mulai dari awal disini, meski berat ninggalin keluargaku, terutama kelima adikku, mereka hartaku satu-satunya. Kucoba menghubungi Theo, oh ya..Theo mantan pacar Thomas, aku pernah dikenalin saat dia berkunjung ke Medan dulu, mereka tampak sangat serasi, keduanya mahluk tanpa cela, begitu tampan dan jantan, dengan tubuh kekar berotot, sangat indah dibayangkan bila mereka bercinta, tapi entah kenapa tak lama mereka putus. Hanya Theo satu satunya kenalanku yang tinggal di jakarta, Theo tahu insiden malam itu, sejak itulah aku sering curhat dengannya, ternyata kami senasib, sama sama dikhianati. Dia pula yang menawarkan pekerjaan di Jakarta. Aku tahu, sebagai lulusan SMK, tak banyak yang bisa kudapat di kota metropolis ini, untungnya selama bersama Jose, aku banyak mendapat pengetahuan tentang ilmu gizi, dan latihanku makin membuat tubuhku terbentuk, cukup untuk modal sebagai Personal Trainer.

Hari berganti hari, ternyata tempat Gym Theo semakin ramai, bahkan bulan ini, ada 6 orang yang menggunakan jasaku sebagai PT, penghasilanku lebih dari cukup kini, tak bisa kupungkiri, aku tertarik kepada Theo, dan diapun begitu, hingga kami jadi partner sex yang seru, dia begitu menikmati setiap sodokan kontolku, kapanpun aku mau, tapi kami berdua sepakat, tak ada ikatan apapun diantara kami, akupun tak mau sembarangan lagi mencintai seseorang.

Disinilah aku bertemu Mas Joko, dia salah satu member kami, meski dia ga memakai jasaku sebagai PT, kami tetap akrab, saat senggang, terkadang kami mengobrol banyak hal. Mas Joko seorang pengusaha sawit, dia banyak cerita tentang usahanya, entah kenapa akupun tak pernah bosan mendengarnya. Tapi terkadang aku tertegun memandang wajah tampannya, matanya yang tajam, hidungnya yang mancung, dan kumis, jenggot tipis, serta jambangnya yang menyatu di dagu, tampak sangat indah, dan sederet gigi putih yang bersembunyi di balik bibir tipisnya, so sexy…kudengar dia blasteran Pakistan..ditambah lagi otot lengan dan dadanya yang sempurna..dia memang tak muda lagi, usianya hampir dua kali umurku..tapi entah kenapa aku senang berada di dekatnya….apakah mungkin aku jatuh cinta dengan Mas Joko…tapi tidak ..tak ada satupun lelaki yang pantas aku cintai..

Bersambung…