Sebagai anak orang miskin atau berasal dari keluarga sederhana, aku tahu diri dan selalu berusaha menempatkan diri. Meskipun bukan anak orang-kaya tapi aku bukan anak bodoh, nyatanya aku sering juara kelas.Tapi karena terkendala biaya maka aku harus kerja sambil kuliah. Mula-mula aku kerja di perusahaan swasta,setelah aku punya ijazah S-1 aku berhasil lulus testing dan diterima jadi PNS [Pegawai Negeri Sipil].

Penghasilan sebagai karyawan swasta dan PNS tak jauh beda.Tapi yang pasti, sebagai PNS pekerjaan lebih stabil dan aman [secure]. Di perusahaan swasta karier dan masa depan tidak jelas. Begitu juga skala gaji ditetapkan semaunya, manajemennya juga bobrok dan korup.Tidak heran jika jutaan orang masih tetap mengejar peluang jadi PNS.

Meskipun aku hanya berijazah S-1[dan tamatan perguruan tinggi-swasta jurusan administrasi negara pula],tapi karena IP [Index Prestasi]-ku bagus dan aku punya banyak keterampilan – seperti Komputer dan Bahasa Inggris,maka aku ditempat-kan di kantor seorang pejabat penting.Karena bos-ku pejabat tinggi di instansi Pemerintah maka beliau dibantu oleh beberapa orang staf – termasuk aku – dan seorang ajudan : Mas Randy. Mas Randy adalah anggota aparat berseragam yang dipinjamkan untuk bertugas sebagai ajudan dan mungkin juga sekaligus jadi pengawal dan bodyguard. Aku tak paham dunia aparat berseragam dan aku tak mengerti pangkat-pangkat militer atau polisi. Tapi aku pernah dengar bahwa Mas Randy adalah seorang bintara – walaupun aku juga tidak mengerti apa arti atau apa beda antara perwira, bintara dan tamtama.

Sejak remaja aku sudah tahu bahwa aku berorientasi sexual yang menyimpang [deviasi sexual] dan hal itu aku simpan dalam-dalam sebagai rahasia diriku.Tetapi aku beruntung – rahasiaku sukar dideteksi – karena aku berpenampilan macho, tidak sissy dan tidak banci. Aku juga beruntung,terampil berolah-raga, dari main-sepak bola sampai main tennis bahkan golf.Aku juga seorang karateka.Kebisaan -ku dalam olah-raga mahal tennis dan golf itu, aku peroleh tanpa modal – berkat pekerjaan ayahku sebagai pelayan atau pesuruh di suatu fasilitas olah-raga milik suatu BUMN[Badan Usaha Milik Negara] yang nyaris bangkrut karena salah urus.

Dengan gaji ayah yang kecil dan usaha dagang kecil-kecilan ibuku, berhasil juga ayah-ibuku menyekolahkan aku sampai tamat SMU/SMA. Aku menilai ayah dan ibuku pribadi cerdas dan efisien. Nyatanya mereka hanya punya satu anak – sehingga penghasilan mereka yang kecil itu cukup untuk hidup sederhana kami bertiga.

Kedua orang-tuaku bangga padaku – anak tunggal mereka – karena aku anak baik, pandai di sekolah,taat beribadat, berbakti pada orang-tua, rajin di rumah dan yang juga tidak kalah pentingnya aku bertampang lumayan [good looking].

Dengan hobiku berolahraga,didukung oleh latihan fisik dan latihan beban intens maka jadilah tubuhku indah, meskipun tubuhku ramping [lean] tapi atletis, ketat dan lumayan berotot. Sebagai olah-ragawan,maka terkadang aku mandi-bareng dengan teman-temanku,biasanya sesudah latihan atau pertandingan olah-raga. Diam-diam,aku bangga,sebab ukuran kontolku ternyata lebih besar dari rata-rata ukuran kontol teman-temanku. Ada juga satu-dua orang temanku yang sempat mengomentari hal ikhwal ukuran kontolku saat kami mandi bareng.Tetapi berkat kharisma, wibawa, dan auraku, komentar mereka itu tidak ditanggapi lebih-jauh oleh teman-teman yang lain.Meski aku disunat secara tradisional oleh seorang dukun-sunat [bong-supit, bengkong] waktu aku berumur enam tahun – yang sakit-nya lumayan juga nyerinya – tetapi pola sunatanku “high and tight” tidak “loose”. Entah bagaimana dulu cara Sang Dukun memotong kulupku – tapi yang pasti tak ada sedikit pun kulupku yang tersisa !

MAS RANDY

Mas Randy, ajudan bosku,masih muda,mungkin lebih muda dari aku. Karena dia berlatar-belakang aparat berseragam – menurut penilaianku – Mas Randy orang-nya agak arogan [sombong] dan dingin.Padahal Mas Randy wajahnya ganteng, kulitnya putih bersih dan badannya bagus,tegap,atletis,seperti lazimnya seorang bintara. Sebetulnya,aku ingin bisa dekat dengan Mas Randy -cowok ganteng itu -tapi karena dia selalu bersikap acuh tak acuh, akhirnya aku pun bersikap acuh tak acuh pada ajudan sialan itu !

Suatu kali bos-ku ke luar negeri,entah urusan apa.Kalau ada cara ke luar negeri, Mas Randy jarang atau hampir tak pernah ikut bos. Boleh jadi karena masalah biaya negara yang terbatas. Seperti biasanya di kantor Pemerintah,jika bos tidak ada maka banyak staf yang tidak hadir di kantor[kalau Pak Kucing tidak di rumah anak tikus bersorak :"Horee"]. Ada-ada saja alasan mereka. Yang rajin masuk kantor, hanya aku dan Mas Randy. Aku rajin karena aku ingin mewujudkan rasa syukur pada-Nya bahwa aku masih punya pekerjaan.Kalau Mas Randy,mungkin karena disiplin militernya atau karena dia diperintah oleh bos harus hadir untuk monitor surat-surat penting, kalau ada telpon untuk beliau atau kalau ada tamu nyasar.

Hari itu, tumben Mas Randy ramah, waktu datang, dia menyapaku dengan ramah dan mengucapkan selamat pagi. Dia juga mengajak aku ngobrol basa-basi. Aku pun menimpali sekedarnya.Lalu aku sibuk di komputer menyelesaikan pekerjaan-ku. Aku ingat, waktu itu masih pagi,hari belum jam delapan.Tiba-tiba, aku merasa ada seseorang berdiri di belakangku.Reflex,aku menegok ke belakang dan benar ternyata Mas Randy berdiri di belakangku – dia memandangku sambil tersenyum ramah, manis, dan ganteng sekali! Meskipun aku sudah patah-arang dan tidak berselera,karena sikap Mas Randy yang selalu dingin dan arogan selama ini !

Mendadak Mas Randy menundukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.Lalu bibirnya melumat bibirku – sambil merengkuhkan pelukan ke tubuh atasku…..! Di satu sisi aku senang dan bahagia dipeluk dan dicium laki-laki yang sudah lama aku dambakan! Tetapi di sisi lain aku masih kesal dengan sikap Mas Randy yang sombong dan arogan selama ini.Mentang-mentang dia tentara.

Tapi nafsu-berahiku tidak menolak.Karena itu aku bangkit berdiri dari dudukku agar Mas Randy lebih mudah melakukan “manuver”, mencium dan mencipoki bibirku dan menyedot air liurku sepuasnya. Dari tubuh Mas Randy yang putih bersih, tegap dan kekar itu tercium bau harum parfum lelaki yang segar.Setelah puas main cabul – Mas Randy melepaskan pelukan dan ciuman serta cipokannya dan dia berjalan meninggalkan aku lalu duduk di kursinya – seperti tak terjadi apa-apa.

Sepanjang pagi sampai siang hanya dua orang dari delapan orang staf bos-ku yang hadir hari itu. Bahkan sesudah makan siang, keduanya pergi entah kemana – tanpa pamit. Ketika kami tinggal berdua saja di kantor, Mas Randy mengajak aku masuk ke kamar kerja bos dan mengunci pintu-masuknya dari dalam.

Kemudian dia duduk di sofa, yang biasanya hanya diduduki tamu-tamu penting bosku,dan tanpa malu-malu Mas Randy memplorotkan celana sekaligus beserta kancutnya. Maka kontolnya yang besar diameternya,tersunat ketat, dengan latar-belakang jembutnya yang hitam, tebal, dan tumbuh luas dan setengah tegang itu tampak mencuat. Lalu setengah berbisik dia mengatakan pelan :

“Isap”,sekali lagi aku dipenuhi keraguan!Tapi..nafsu-berahiku pada bintara muda yang tampan itu tak bisa menolak. Lalu tanpa ragu aku berlutut seperti seorang anak yang sedang sungkem di haribaan kedua orang-tuanya di hari Lebaran! Lalu akupun mulai menjilat,mengisap,dan menyedot kontol Mas-ku tersayang itu.

Sambil menyedot kontol sang bintara-muda itu,mataku melihat perut Mas Randy yang six-pack. Lalu tanpa ragu aku memasukkan tangan dan jemariku ke balik baju Mas Randy dan dengan nikmat aku memain-mainkan puting susunya yang tegang melenting itu.Kemudian aku makin intens : menjilat-menyedot, menjilat-menyedot kontol Mas-ku yang besar dan nyaris tak muat di mulutku ! Tak lama kemudian: CROOOOOOOOT!CROOOOOOOT!CROOOOOOT!Pejuh Mas Randi muncrat.Ketika itu akupun merasa ada denyutan ringan di dalam mulutku, yang diiringi cecap-rasa [taste] manis-asin seperti rasa Nano-nano,dengan konsistensi lendir,dan aroma-harum bau-pejuh. Aku suka pejuh laki-laki yang tampan dan jantan!Karena itu tanpa ragu,pejuh Mas Randy aku telan. Waktu aku lepaskan kontol Mas Randy dari kenyotanku, ternyata pejuh bintara-tampan itu masih saja muncrat keluar dari lobang-kencingnya : CROOT! CROOT! CROOT!. Terloncat-loncat bagaikan lava atau magma gunung berapi [Merapi, Bromo].Seakan pejuh-nya itu tak akan pernah berhenti muncrat!Agh! Indah, jantan, dan…. cabul sekali!

Sejak kejadian itu, jika sedang ada orang-lain, Mas Randy masih bersikap dingin kepadaku, meskipun tidak lagi arogan. Tetapi jika kami sedang berduaan, maka Mas Randy berubah menjadi pribadi yang ramah dan menyenangkan bagiku. Lebih menyenangkan lagi jika suasana “aman” [tidak ada orang lain di kantor], maka kami pun main cabul di sofa bos. Bahkan pernah juga di tempat tidur bos, di dalam ruang istirahatnya. Kami bukan hanya melakukan blow job saja, tetapi sekali-sekali boolku juga diembat oleh sang bintara yang tampan dan jantan itu! Mas Randy-lah lelaki yang memperawani boolku – yang aslinya masih virgin itu ! Aku bangga dan bahagia dijadikan lelaki sejati oleh seorang tentara – dengan embatan kontolnya yang rasanya sakit sekali – meskipun kemudian nikmat juga ! [ Ha..Ha..Ha..]

EPILOGUE

Suatu hari aku menemukan undangan di meja kerjaku, begitu juga teman-teman yang lain.Rupanya itu undangan pesta pernikahan Mas Randy. Meskipun hatiku patah dan hancur berkeping-keping,tapi aku pura-pura ikut bahagia.Bagaimana pun juga aku bersyukur, sebab walaupun Mas Randy akan jadi milik orang lain, tetapi aku sudah sering menikmati tubuh dan pejuhnya. Siapa tahu setelah Mas Randy menikah dia masih memerlukan mulut dan boolku ! Jika demikian halnya, aku akan menerima kontol Mas Randy, bukan dengan “kedua tangan terbuka”, melainkan dengan mulut dan bool tebuka

About these ads