sebagai seorang anak tunggal yang selalu
kesepian ,tak ada kakak atau saudara yang
bisa diajak bercanda dan tertawa bersama
ialah hal yang paling menyedihkan.sepereti yang
telah berlaku padaku,tatkala ditinggal oleh
ayahku,aku benar benar terpukul sekali atas
kepergian ayahku itu,tak pelak juga yang telah
di alami oleh ibuku,ia hampir setiap hari
menangis,meratapi kepergian ayah di kamar
yang telah meninggal dunia beberapa hari yang
lalu.Aku benar benar sedih melihatnya,dan
menyarankan ibuku untuk menikah dan kawin
lagi dengan cowok pilihanya ,awalnya ia
menolak mentah permintaanku itu dan ibuku
semakin emosi sampai air matanya pun
mengucur deras di pipinya ,usut demi
usut ,akhirnya setelah aku bujuk bujuk
akhirnya ibuku mulai membuka hatinya untuk
seorang cowok pengusaha kerupuk yang cukup
terkenal dan memiliki nama di kotaku hingga
pada akhirnya pernikahan ibuku berlangsung
dengan sangat meriah ,dan kulihat ibuku mulai
tersenyum kembali,bahkan kini ia lebih
semangat dalam menjalni hidupnya.
namun sesuatu terasa ganjil buatku,ayah tiriku
memandangku dengan sinis,nampak ia kurang
begitu suka padaku,dan terkesan benci
denganku,pandanganya juga tak
mengenakkan,bahkan ketika berbiara padaku
ia sering menggertakku dan meninggikan
suaranya ,namun asal ibuku bahagia aku ikhlas
menerima semua perlakuan ayahku itu
hampir 5 tahun sudah ibuku menikah dengan
ayah tiriku Pak dian,iabuku terlihat begitu
tersiksa sekali,bahkan akhir akhir ini ia
terlihat sering sakit sakitan,aku pun sampai
terpukul ke dua kalinya tatkala dokter
memvonis ibuku dengan penyakit kanker
otak,aku pun mau tak mau berusaha ikhlas
menerima keadaan ibuku walau itu benar benar
menyakitkan sekali buatku ,,sementara itu
menurutku pak dian semakin menunjukan sifat
aslinya kepada ibuku,ia sama sekali tak peduli
dengan kondisi ibuku yang sakit parah
itu,setiap hari kerjanya cuma menghambur
hamburkan uang,mabuk mabukan,dan tak
jarang membawa wanita simpananya di rumah
untuk di kawin dan untuk memuaskan nafsu
birahinya,melihat semua itu ibuku semakin
merasa tersiksa batinya dan ia hanya bisa
menangis.
aku pun berusaha menasehati ayahku itu,namun
karena kegilaanya itu ia tak tanggung tanggung
meninjuku dan memukulku hingga
berdarah,bahkan mendorongku hingga aku
jatuh mentap meja hingga keningku sobek ,aku
benar benar muak dengan semua ini
buah jatuh pasti tidak jatuh dari
pohonya ,anak pak diak lebih baik sedikit dan
tidak suka keributan,Martinus Agung
Iskandu ,kakak tiriku ia seumuran
denganku,dan karena ia lahir lebih dulu dariki
maka aku terpaksa harus memanggilnya kakak.
ia ialah orang yang sangat perfect ,sangat
ganteng dan cakap,putih dengan rambut pirang
hampir menyerupai pemain film drama
korea,ditambah senyumnya yang manis dan
menggoda sehingga diriku yakin ia pasti
memiliki banyak cewek,tubuhnya juga tak kalah
bagus,tubuhnyaterlihat sangat atletis dengan
perutnya yang sicspack membangkitkan nafsu
untuk memegang bagi siapapun yang
melihat ,tak terkecuali aku,ototnya juga
besar ,pas dengan kondisi tubuhnya yang
memiliki tinggi 171 cm dengan berat badan 56
kg sungguh membuatku kagum tatkala pertama
kali melihatnya,apalagi tatkala ia mengenakan
aksesori berupa gelang kayu dan kalung
berbandul taring singa menambah aura
kemachoanya terpasang erat di lehernya
sungguh menggoda siapapun yang memandang,
namun semua itu hanya anganku dan impianku
semata,martinus sangat dingin sekali,dengan
setiap orang yang tak dirasanya sesuai,ia
nampak begitu cuek bahkan tidak peduli
dengan urusan orang lain apabila benar benar
tak di butuhkan,,yang lebih membuatku muak ia
sangatpendiam dan tak suka
berbicara,senyumnya pun juga bisa aku hitung
menggunakan jari dari awal aku datang ke
rumah ini sampai sekarang.dan menurutku
martinus juga tidak bisa menangis,sebab tak
pernah sekalipun aku melihat air matanya dan
matanya memerah karena habis
menangis,,bahkan ketika hal buruk mnimpaku
dan membuatku menangis sejadi jadinya,dan
menjerit sejadi jadinya tatkala iabuku
meninggal dunia,martinus cuma berdiri dan
bersandar di tiang rumah,dengan satu
kaki,sambil mendengarkan lagi di ipod
kesayanganya,dan hidupku terasa tak ada
artinya lagi.
hampir satu bulan ini ibuku meninggal,semuanya
berubah 180 derajat ,ayahku mulai
menunjukkan kegilaanya terhadapku,hampir
setiap hari ia membentak benatakku,meneriaki
ku ,menamparkuberulang ulang karena hl sepele
atau waktu ia sedang mabuk,memang setelah
kepergian ibu ayahku mengancamku aku boleh
tinggal di rumahnya asal aku melakukan tugas
pembantu ,seperti membersihkan
tumah,mencuci dan menyiapkan makanan,dan
akhirnya aku menyanggupinya karena tak ada
pilihan lain daripada aku di usir keluar.
****************************************************************************************
hari ini hari minggu,aku benar benar bodoh dan
ceroboh,aku bangun telat dan
kesiangan,sehingga aku lupa untuk menyiapkan
makanan buat ayah tiriku dan martinus ,ayahku
dengan tergesa gesa naik ke lantai dua menuju
ke kamarku,dibukanya dengan keras dengan
sedikit mendobrak pintu kamarku dan ia
segera menghampiriku,yang saat itu sedang
duduk di kasur karena baru bangun,aku benar
benar takut sekali,dan nampak jelas sekali
kemarahan di wajah pak Dian,ia mendekatiku
dan bagai kilat dengan tangan kirinya ia
mencekik leherku,sontak aku kaget dan tak
bisa bernafas,kedua tanganku pun berusaha
melepaskan ,namun sayang tangan pak
dian,terlalu kuat untuk aku lawan ,apalagi aku
dalam kondisi yang masih bangun dari
tidur,mukaku pun terlihat memerah,dan
dadaku sudah pengap kekurangan oksigen,pak
dian tak peduli,ia mengeratkan tanganya di
leherku lebih kenang,keringatku pun mulai
bercucuran,dan kaki tanganku bergerak tak
karuan
“goblok,jam segini baru bangun,mau mati
lo”kata pak dian dengan emosi yang
tinggi,kepalaku mulai pusing,badanku pun mulai
lemas ,hingga sebuah hal yang tak terduga
terjadi
martinus tiba tiba datang dengan sigap,ia
mendekati ayahnya lalu mendorongnya
kebelakang,pak dian pun terpelentang
kebelakang dan melepaskan cekikanya ,huft ku
seperti mendapatkan hidup baru,aku batuk
batuk tidak karuan,namun itu tak bertahan
lama sampai martinus menatapku dan berkata
“kau tak apa apa”
ayahnya yang tak terima langsung bangun dan
berdiri ,dan akan meninju martinus,namun
martinus dengan lihai berhasil menghindar dan
menahan tinjuan ayahnya itu dengan tanganya
dan mengenggamnya erat
“hei anjing,kenapa loe,mau nglawan ayahmu
ya?”
“ayah jangan gila sadar!” teriak martinus “ayah
mau bunuh anak ini dan mau ayah masuk
penjara ,mikir yah?” martinus terlihat emosi
dan perlahan melepaskan tangan ayahnya dari
genggamanya
pak dian menatapku dengan begitu emosi
sekali,terlihat jelas di wajahnya,lalu tiba tiba
pak dian mendorong martinus hingga jatuh di
kasurku,lalu pak dian pergi meninggalkan
kamarku
martinus kembali menatapku dan berkata
sekali lagi
“bodoh banget sih loe,tolol” ia tak
tersenyum ,bahkan terkesan ia cuek lalu
dengan santai ia perrgi meninggalkan
kamarku ,dan pagi itu penyelamatku telah
menyelamatkanku
******************************************************************************************
setelah kejadian pada minggu kemarin,sesuatu
yang aneh terjadi,martinus tiba tiba berubah
menjadi sosok yang lumayan baek,ia sekarang
sering membantuuku mencuci pakaian walau itu
cuma pakaianya saja yang dicuci ,ia juga tak
tanggung tanggung membantuku menyapuku
dan membersihkan ruangan,
malam ini hujan deras sekali,jam pun sudah
menunjukan pukul setengah 11 malam,tiba tiba
terdengar ketukan pintu di kamarku,aku
takmenanggapinya,namun begitu kencangnya
gedoran pintuku itu ,sehingga terpaksa
membuatku membukakan pintu,aku benar benar
kagetdengan apa yang q lihat,ku lihat ayahku
dengan hanya mengenakan celana dalam warna
coklat,dengan membawa botol vodka
menghampiriku,aku mundur perlahan,dan
ayahku semakin mendekat kepadaku,dan
semakin mendekat kepadaku,
aku benar benar takut sekali,dan aku semakin
takut lagi tatkala,ayah tiriku itu memelukku
erat,tubuhnya pun bersentuhan
denganku,kontolnya juga terasa menegang dan
mengaceng,kali ini aku tak bisa berdiam diri
lagi,dengan sekuat tenaga ku dorong ayahku
erat erat,hingga ia hampir jatuh lalu,ia dengan
kondisi mabuk kembali berjalan ke arahku,aku
mundur kebelakang..kebelakang……….ia semakin
mendekat endorongku lalu menindihku,kini
pakdian berada di atasku kontol ak dian tepat
berada di atas kontolku dan tubuh pak dian
juga telah ia gesek gesekan di tubuhku,kedua
tanganku pun di cengramnya oleh kedua tangan
pak dian,sehingga aku tidak bisa
melawn ,jangankan melawan bergerak aja aku
sulit,berbau jigong mulut pak dian mendekati
mulutku,jantungku semakin berdegup
kencang,,hingga tiba tiba pak dian mencium
bibirku,melumatnya dengan hebat,menjilat
jilat bibirku, tanpa ragu sedikit pun,aku pun
mencoba menolak,namun sia sia,ledahnya sudah
menghiasi bibirku itu ,dan tiba tiba kontolku
terasa sedikit ngaceng juga,
digesekkanya kontolnya yang udah ngaceng
berat itu ke kontolku,tubuhnya sungguh hangat
tibatiba ,nafasnya juga membuatku edikit
horny,kakiku pun tak bisa digerakkan,ia
menciumi terus mulutku,dan sesekali
leherku ,kali ini kontolku benar benar sudah
ngaceng penuh,terasa nikmat sekali apak bapak
ini,namun ini ayahku sendiri,aku mencoba
teriak dan melawan,
“tolllllllll………”belum sempet kata tolong
terucap mulutnya kembali menyerang mulutku
aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku,aku
pun kini hanya bisa pasrah dan menikmati
tubuhku yang akan diperkosa oleh pas dian,aku
pun memejamkan mataku,tubuh pasdian pu
terus digesek gesekan di tubuhku,sambil
mulutnya terus menciumiku.
“plak” tiba tiba pak dian pingsan di atas
tubuhku ,aku pun dengan cekatan langsung
menggulingkan tubuh pak dian ke
sampingku,kulihat kembali martinus kembali
menyelamatkanku,dengan memukul kepala
ayahnya dengan vas bunga
nampak sekali martinus tubuhnya berkeringat
dingin ,dengan tangan sedikit gemetar,sangat
ketakutan sekali,
“kau tak apa apa?” kataku sambil bangun dan
memegang bahu kakak tiriku
“diam kau anjing!” teriaknya,yang membuatku
terdiam seribu bahasa”jangan sok baik
denganku,ngerti,pembawa sial”
kemudian ia menggenggamkan tanganya dan
memukul pipiku keras dengan tinjunya lalu
bergegas pergi meninggalkanku

About these ads