Bali merupakan salah satu tujuan wisata yang amat terkenal di dunia. Bukan hanya wisata budaya dan wisata lingkungan: sea,shore,and sun,tetapi juga wisata sex. Cowok Bali termasuk favorit untuk di-jadikan partner sex bagi cewek-cewek dari negara tertentu. Bahkan ada cewek yang secara periodik datang ke Bali untuk minta dientot cowok Bali – tentu saja dengan cara menyewa gigolo yang sesuai selera.Setelah Peristiwa Bom Bali I dan II memang situasi agak berubah sedikit. Status Bali sebagai tujuan wisata sex [Wisata Entot] agak merosot.

Menurut informasi yang aku dapat dari cewek bule orang Jerman dan cewek bule orang Jepang,penikmat entotan cowok Bali,mereka sangat menyukai ukuran kontol cowok-cowok yang mereka jumpai di 3-desa wisata Kuta, Sanur, dan Jimbaran. Katanya,ukuran kontol cowok-cowok disana tak kalah dengan ukuran kontol RG,seorang pengusaha terkenal yang pernah punya jaringan Pasar Swalayan di Indonesia.

Bali juga dijadikan tujuan wisata pedofilia dan wisata sex sejenis [orang dewasa]. Jika wisata pedofilia adalah tindakan yang melanggar hukum dan melanggar hak asasi manusia,maka wisata sex sejenis [gay, homosex] bagi orang dewasa adalah sesuatu yang sah-sah saja.

Setelah aturan yang melarang orang-asing untuk mempunyai hak milik atas tanah dan bangunan di Indonesia dicabut[tidak berlaku lagi] maka mulai banyak orang asing yang membeli rumah [villa] di Bali sekedar untuk tempat tetirah[istirahat] atau untuk tempat tinggal.Bahkan ada juga yang menjadi -kannya menjadi tempat berhari-tua.Sebagian orang asing menjadikan rumah atau villanya untuk ber-homosex ria bahkan juga untuk ber-sex-sadis ria.

Aku punya seorang teman yang punya usaha [rumah makan] di Bali yang juga punya villa disana.Teman -ku itu berasal dari salah satu negara di Eropa. Aku tidak tahu bagaimana George[nama temanku itu] bisa mendapatkan izin usaha di Bali. Bisa jadi George berstatus sebagai investor atau sebagai penanam modal.

George sendiri[yang kebetulan namanya sama dengan bintang film terkenal George Cooley] adalah laki- laki yang tampan, menawan, atletis. George punya tubuh atletis, berkontol besar [sunat] dan bulu- ketek serta jembutnya berwarna hitam, lebat, dan enak dilihat [dan dijilat].Bedanya George-ku ini dengan George Cooley,adalah bahwa George temanku ini jauh lebih muda dari George Cooly. George-ku [seperti juga aku] umurnya masih di bawah 30 tahun – pada waktu cerita ini ditulis. Pada usia kami yang dibawah 30 tahun itu kami masih berada dalam usia “spermy youth”,yaitu masa muda yang penuh dengan pancaran pejuh!

Menurut George,dia jatuh cinta pada Bali dan dia jatuh cinta pada cowok-cowok Indonesia berbagai suku.George amat menikmati melakukan hubungan sex sejenis dengan cowok-cowok Indonesia.Tidak heran jikalau George “mempekerjakan” tiga orang pemuda tampan yang atletis,usia remaja,untuk “mengelola” villanya yang cukup luas di Bali.Tentu saja para karyawan itu juga dinikmati tubuhnya jika George berselera [bernafsu] untuk melakukan hubungan sex -sejenis.

George amat beruntung karena kegiatan sex-sejenis yang dilakukannya tidak pernah dipermasalahkan oleh masyarakat sekitarnya. Mungkin karena para pemuda-remaja yang jadi sasaran pelampiasan sex [berahi] sejenis [dan sex sadis] itu tidak bocor-mulut. Mungkin juga karena George pandai bergaul dengan masyarakat sekitarnya dan George juga ber-partisipasi dalam kegiatan banjar yang sekiranya memungkinkan.Pernah terjadi ada orang asing yang ditangkap dan diadili di Bali karena kedapatan melakukan kegiatan pedofilia dengan berpura-pura membuka tempat bermain bagi anak laki-laki.Anak-anak yang datang untuk bermain kemudian dicabuli. Aku bekerja di Dili, Timor Leste di suatu badan PBB yang mengurus remaja.Karena Dili adalah kota yang membosankan, terkebelakang, dan tidak aman, maka Bali memang tempat favoritku untuk mengisi week end. Week end-ku di Bali selalu aku gunakan untuk menikmati cowok-cowok buat memuaskan berahi sejenisku.Syukur-syukur aku juga bisa melampias-kan dorongan sadisku.

Jika aku merasa boring [bete, bosan] main sex di hotel-hotel di Bali,maka aku biasanya menginap di rumah George. Jika George kebetulan tidak ada di rumah karena sibuk mengurus bisnis,kadang-kadang aku mencuri-curi mencicipi tubuh salah seorang dari ketiga pemuda-remaja yang “bekerja” di rumah nya itu.

Aku kagum akan kepandaian George “membina” ketiga remaja itu,sehingga mereka betah tinggal dirumah George dan bekerja untuknya.Padahal ketiganya ada lah cowok-cowok yang macho, tampan dan bertubuh atletis! Menurut aku,seharusnya ketiga cowok itu jadi Abang Jakarte,jadi model iklan atau bintang sinetron.Daripada mereka disekap di rumah George, Si Bule sialan itu!

Para pemuda itu didandani oleh George dengan gaya modis dan sexy. Seperti misalnya mereka terkadang diberi baju model singlet warna-hitam. Sehingga jika dikenakan,maka lengan mereka yang indah dan kekar itu tampak bermakna dan bulu-ketek mereka yang hitam-lebat terlihat nikmat.Amat merangsang!

Mereka bertiga selalu mengenakan model pakaian yang berbeda setiap harinya.Sekali-sekali,salah seorang dari mereka telanjang dada – memamerkan tubuhnya yang teramat bagus.

Jika para pemuda itu melakukan kegiatan fisik seperti mencuci mobil,memotong rumput,membersih-kan lantai,atau membersihkan kolam renang, maka tanpa ragu mereka hanya mengenakan kancut saja. Sehingga kelihatan amat jantan dan sexy!

Kancut mereka disainnya amat minim.Bagian samping -nya dibuat terbuka untuk tempat kait-kait logam dan bagian belakangnya hanya berbentuk tali kain. Sedangkan bagian depannya praktis hanya cukup menutup kontol, biji peler,serta sebagian jembut mereka. Tetapi ternyata kancut minim itu adalah jockstrap karena bahannya cukup kuat dan elastis, sehingga mencegah burut[hernia,turun bero].Kancut minim itu ternyata “thong”, buatan luar-negeri.

Salah dari ketiga pemuda itu yang biasa dipanggil Kris[Chrys?] oleh George,jembutnya tumbuh luas. Sehingga kalau Kris hanya mengenakan kancut,maka sebagian jembutnya terlihat jelas.Tapi aku lihat Kris tidak pernah tampak risih – meski sebagian jembut-nya kelihatan.Pastilah Kris seorang pemuda yang amat PD [Percaya Diri] akan kelaki-lakiannya yang sempurna!

TELANJANG BULAT DI RUMAH

Pada awalnya, kalau aku menginap di rumah George aku tinggal di semacam paviliun yang merupakan apartemen-tamu yang terpisah dari bangunan utama atau rumah induk.

Ruang tamu di apartemn-tamu itu juga berfungsi untuk menerima tamu-tamu lainnya . Selain punya ruang tamu, apartemen-tamu itu juga dilengkapi dengan ruang makan sendiri dan dapur sendiri.

Setelah aku agak sering datang mengunjungi George barulah aku diajak masul ke bangunan utama yang ternyata amat unik.Bangunan utama itu punya tiga ruangan besar,yaitu:ruang tamu,ruang makan,ruang tidur, dan tiga ruangan yang lebih kecil,yaitu dapur, kamar-mandi dan WC, ruang pakaian dan gudang. Di samping itu ada ruang-ruang khusus, yaitu : ruang kerja merangkap perpustakaan, ruang olah-raga, dan laundry. Pada suatu pagi, aku masuk ke bangunan utama dan melihat-lihat ke bagian belakang rumah George, tempat untuk laundry.Di situ aku lihat salah seorang pemuda [yang biasa dipanggil Nick oleh George] sedang menjemur pakaian,dia bertelanjang bulat. Ketika aku datang, Nick itu tidak tampak kaget dan bersikap biasa saja. Agaknya telanjang bulat bagi Nick merupakan hal yang biasa-biasa saja. Kontol Nick ukuran besar dan sudah disunat. Agaknya seperti Kris,Nick juga sangat PD[Percaya Diri] akan tubuhnya!

Jembutnya hitam, lebat dan tumbuh luass! Sangat indah! Waktu Nick meletakkan jemuran di kawat, kedua tangannya terangkat ke atas sehingga aku menampak bulu-keteknya yang hitam. Agh! Jantan!

Kontolnya yang besar tersunat ketat,jembut dan bulu-keteknya yang hitam lebat,ditingkah tubuh-nya yang atletis, ketat, berotot,itu membuat aku nanar dan tubuhku seakan bergetar-getar. Karena amat terangsang oleh penampilan Nick yang tampan, jantan dan telanjang bulat sempurna itu! Waktu itu aku mengira bahwa Nick telanjang bulat karena dia sedang mencuci pakaian.Logika-ku ada-lah dengan bertelanjang bulat maka bagi Nick tak ada risiko pakaiannya akan basah ketumpahan air atau kecipratan air waktu mencuci pakaian.Tetapi belakangan aku tahu bahwa para pemuda itu memang sering bertelanjang bulat jika sedang berada di rumah.

Aku tahu ketika aku diajak nonton pertandingan bola di TV [nonton bareng]. George, aku, Kris, Nick dan Mark [pemuda yang seorang lagi nonton bareng] di living room bangunan utama, yang kata George, terkadang merangkap jadi ruang tidur,jika tertidur waktu nonton TV.

Aku datang agak terlambat ke ruangan itu.Semuanya sudah berkumpul dan pertandingan sudah dimulai. Bahkan sekali-sekali pemuda-pemuda itu bersorak jika gol hampir masuk atau berhasil masuk kedalam gawang.Tentu saja aku terpana [bercampur bahagia]ketika aku melihat ketiga pemuda itu, baik Kris, Nick maupun Mark, semuanya telanjang bulat.Hanya George yang berpakaian, kala itu pun George ber-telanjang dada – hanya mengenakan celana panjang jeans.

Kamar itu berlantai kayu dan tidak diberi alas apapun juga.Disitu ada beberapa bantal ukuran besar yang dapat berfungsi untuk sandaran atau untuk alas kepala. Tetapi di situ tidak tersedia meja atau kursi.

Ketika aku,masuk keempat lelaki itu tidak tampak risih atau terkejut.Waktu itu, Mark [yang paling ganteng di antara ketiga pemuda itu] berbaring terlentang setengah duduk disamping George dalam ekadaan telanjang bulat.Kepala Mark beralaskan bantal besar.Sementara itu George duduk bersandar ke bantal lain. Aku lihat tangan George sedang asyik memain-mainkan puting susu Mark sebelah kanan.Ketika aku datang,George tak menghentikan “kegiatannya” itu.Sekilas,George menyilahkan aku duduk sambil berkata :

“Please sit down.Make yourself comfortable.Sorry, we aren’t dressed up.We are as we are”,[artinya: "Silahkan duduk.Santai aja. Sorry.Kami nggak ber-dandan.Kami biasa aja"].Rupanya berpakaian biasa saja seperti aku dianggap “berdandan” [dressed up] oleh George.

Akupun duduk di samping George,tempat yang masih kosong yang lokasinya masih cocok untuk melihat ke layar TV plasma ukuran besar itu.

Sementara Nick,Kris,dan aku tetap asyik menonton pertandingan sepak bola di layar TV,sambil sekali -sekali berkomentar. George meneruskan aktivitas-nya menikmati tubuh Mark yang atletis dan ketat berotot itu.Waktu aku melirik ke samping,George tampak sedang duduk sambil menunduk dan menjilati puting susu Mark.Bahkan kemudian ketiak Mark yang berambut hitam-lebat itu juga dijilatinya dengan bernafsu.Mata Mark sendiri tetap mamandangi layar TV menyaksikan pertandingan sepak bola sialan itu.

Sekali-sekali,jika Mark merasa amat nikmat akibat dirangsang George, dia menggeliat,menggelinjang, sambil melenguh MMPH..MMPH..MMPH.

Kemudian aku melihat George melepaskan celana dan kancutnya,dia telanjang bulat.Lalu dia menindihi tubuh Mark – sambil memeluk tubuh Mark, George melumut bibir dan mencipoki bibir Mark. Selanjut-nya, dengan amat bernafsu George menggumuli tubuh Mark,keduanya telanjang bulat!

Tidak lama kemudian aku lihat George melepaskan gumulannya dari tubuh Mark.Tubuh George berkilat-kilat oleh keringat karena ia melakukan kegiatan fisik intens. Lalu George menelungkup di antara kedua kaki Mark yang mengangkang lebar dan wajah-nya dibenamkan di hamparan jembut Mark dan George mulai mengisap kontol Mark yang besar dan disunat ketat itu.

Aku melihat Mark menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengeluh:AAGH! MMPH..MMPH..MMPH..Lalu George melepaskan lumatannya dari kepala kontol Mark dan ..CROOOOOOOOOOOT!..CROOOOOOOOOT!..CROOOOOOOOOT!.. Pejuh Mark muncrat keluar berupa lendir kental putih! Indah sekali!

George menjilati sisa-sisa pejuh yang meleleh-leleh dari lobang kencing Mark. Cercahan pejuh yang ada di jembut dan perut Mark dibiarkan saja oleh Geoge mengering sendiri!

Rupanya George juga mau mengeluarkan pejuh.Sebab, aku lihat dia berbaring menelentang dan mengocok kontolnya. Sekali-sekali dia meraba-raba puting susunya sendiri.Kemudian George mengocok kontol-nya lebih cepat,lebih cepat,.. cepat,cepat,cepat, dan..CROOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOT! Pejuh George muncrat juga dan ruangan sialan itu semerbak bau pejuh!

Setelah mengeluarkan pejuh [eyakulasi],maka Mark dan George tampak lelah dan mengantuk.Mereka ter-tidur, terlentang, telanjang-bulat di kamar tamu sialan itu!

EPILOG

Keesokan harinya George pamit aku,karena ia harus ke Jakarta.Tubuh-tubuh remaja itu untuk sementara diistirahatkan dulu!

About these ads